Dorong Kemandirian Pakan Ayam Petelur Lewat EcoFeed Budidaya Maggot BSF di Enrekang

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, ENREKANG – Upaya mendorong kemandirian pakan ternak sekaligus pengelolaan limbah organik terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Enrekang dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.

Salah satu implementasinya adalah kegiatan bertajuk EcoFeed: Penerapan Manajemen Rantai Pasok dalam Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Berbasis Limbah Organik Menuju Kemandirian Pakan Ayam Petelur yang dilaksanakan di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, pada 21 Juni 2026 lalu.

Kegiatan ini melibatkan tim pelaksana dari perguruan tinggi, yakni Ilham Assidiq (ketua) dan Rista Astari Rusdin dari Universitas Muhammadiyah Enrekang, serta Muhammad Bibin dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, bersama sejumlah mahasiswa.

Turut hadir aparat Desa Batu Mila serta Kelompok Tani Harapan Jaya sebagai mitra pelaksana.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi dan pelatihan teknis budidaya maggot BSF, mulai dari pengenalan konsep hingga praktik pengelolaan limbah organik sebagai bahan baku utama biokonversi.

Materi yang disampaikan mencakup siklus hidup BSF, teknik pengelolaan unit biokonversi limbah, hingga strategi pengumpulan dan pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan dalam sistem rantai pasok.

Ketua Tim Ilham Assidiq menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peternak ayam petelur dalam menyediakan pakan alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

“Ketersediaan limbah organik di lingkungan masyarakat sebenarnya merupakan potensi besar yang bisa diolah menjadi pakan berkualitas melalui maggot BSF. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh peternak,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pendekatan EcoFeed, peternak tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai sistem rantai pasok limbah organik agar dapat dikelola secara terpadu.

“Kami berharap peternak dapat lebih mandiri dalam penyediaan pakan, sekaligus lebih sadar terhadap pengelolaan limbah yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi diskusi serta tanya jawab antara peserta dan tim pelaksana.

Kegiatan ini melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap inovasi pakan alternatif berbasis maggot BSF.(ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN dorong gunakan AI dan teknologi digital tekan emisi pertanian
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
KemenPPPA dan LPSK Kawal Kasus Kekerasan Perempuan di Bandung, Korban Dapat Perlindungan Khusus
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
AS-Iran Sepakat Damai, Netanyahu: Kita Perlu Melepaskan Diri dari Ketergantungan Senjata Amerika
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Jabar Selidiki Korban Lain Taufik Hidayat
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia dan Inggris Perkuat Kerja Sama Konservasi Alam dan Pembiayaan Berkelanjutan Kawasan Lindung
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.