Nasib Uang Sayembara Rp250 Juta dari Dedi Mulyadi Usai Taufik Hidayat Ditangkap Polisi, Bakal Diberikan ke Korban?

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Terkuak nasib uang sayembara Rp250 juta dari Dedi Mulyadi usai Taufik Hidayat ditangkap polisi. Dedi mengungkap soal kemungkinan uang itu akan diberikan ke pihak korban.

Seperti diketahui, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah Rp250 juta untuk menangkap Taufik Hidayat, tersangka penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita di Bandung. Dedi mengaku akan memberikan uang ratusan juta bagi siapapun yang bisa menangkap Taufik Hidayat yang sedang jadi buron.

“Kepada seluruh warga Jabar dan warga Indonesia, saya menyampaikan ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat."

Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak tega melihatnya, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak,” ungkapnya dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71.

“Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat, yang sekarang jadi buronan. Dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya."

"Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp 250 juta,” tambahnya.

Setelah sayembara itu dibuka, Taufik Hidayat akhirnya berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Meski begitu, publik bertanya-tanya terkait nasib uang sayembara Rp250 juta dari Dedi Mulyadi usai Taufik Hidayat ditangkap polisi.

Pasalnya, Taufik Hidayat tidak ditangkap warga melainkan ditangkap oleh pihak kepolisian. Terkait hal tersebut, Dedi Mulyadi memberi jawaban mengejutkan.

Melansir Kompas.com, Dedi menyebut sayembara tersebut pada awalnya ditujukan untuk masyarakat yang memberikan informasi atau membantu menemukan keberadaan pelaku.

Namun, karena pelaku ditangkap oleh kepolisian, maka mekanisme pemberian hadiah perlu dibahas lebih lanjut. Ia tidak ingin hal itu menimbulkan pertanyaan publik.

 

"Sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan. (Karena ini) polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan."

"Takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kapolda," ujarnya saat ditemui di Garut, Rabu (24/6/2026).

Meski begitu, Dedi Mulyadi mengisyaratkan uang tersebut berpotensi besar diserahkan kepada keluarga korban YTR untuk membantu biaya pemulihan fisik dan psikis yang luar biasa berat, mengingat korban mengalami kerusakan penglihatan dan cacat fisik permanen akibat disiksa selama hampir tiga tahun.

Selain menanggapi soal nasib uang sayembara, Dedi juga menyoroti hukuman yang layak dijatuhkan kepada pelaku. Ia berharap agar pelaku diganjar dengan hukuman yang sesuai.

"Kalau setimpal dengan perbuatannya itu berat lho. Korbannya kehilangan kedua matanya, kehilangan bibirnya, terus melepuh badannya. Kalau setimpal, berat banget itu," ujar Dedi Mulyadi ungkap nasib uang Sayembara usai Taufik Hidayat ditangkap polisi.

Evaluasi Bersama

Dedi menyebut peristiwa yang terjadi itu jadi bahan evaluasi ke depan. Tak ingin kejadian serupa terulang, Dedi meminta agar para pemilik kos lebih tertib dalam mendata identitas penghuni, termasuk menyimpan foto wajah dan dokumen identitas yang juga diketahui oleh ketua RT setempat.

"Jadi, jangan sampai orang bermukim di tempat bukan pasangan suami istri kok bisa dan itu dibiarkan," ungkapnya.

"Sekarang lapor tidak harus datang. (Pemilik kos) tinggal kirim ke RT, ini yang kos, KTP-nya ini, wajahnya ini," katanya.

Selain itu, Dedi juga memberi pesan tegas kepada para orang tua, apalagi yang memiliki anak perempuan. Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan terhadap perempuan. "Orang tua hari ini, anak-anak perempuannya jangan dilepas dengan bebas, kalau pergi ke luar ditemani, kalau menginap ya harus ditemani, jangan sampai sudah berbulan-bulan tidak diketahui rimbanya," ucapnya. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mata Uang Rupiah Tertekan Dolar AS dan Ringgit Malaysia
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Naik KRL ke JIS Cuma Rp 1 hingga 28 Juni, Simak Rute dan Ketentuannya
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Breaking News! IHSG Naik 1%
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Periksa Eks Dirjen PHU Hilman Latief Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Truk boks terguling di Jalan Daan Mogot Jakbar
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.