Harga Minyak Turun ke Level Terendah Sejak Sebelum Perang Iran Dimulai

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah acuan global turun lebih dari USD3 per barel pada Rabu (25/6), mencatatkan level penutupan terendah sejak sebelum perang Iran dimulai.

Harga Minyak Turun ke Level Terendah Sejak Sebelum Perang Iran Dimulai. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak mentah acuan global turun lebih dari USD3 per barel pada Rabu (24/6/2026), mencatatkan level penutupan terendah sejak sebelum perang Iran dimulai.

Penurunan terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mereda seiring semakin banyak kapal tanker minyak yang berhasil keluar dari Selat Hormuz.

Baca Juga:
Airlangga: Catatan MSCI Momentum Perkuat Kualitas Tata Kelola Pasar Modal

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman berjangka ditutup melemah USD3,34 atau 4,3 persen menjadi USD73,74 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 3,9 persen menjadi USD70,34 per barel.

Baca Juga:
Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Risiko Pasar, Simak Sederet Saham Pilihan

Harga Brent sempat menyentuh level terendah USD73,12 per barel, menjadi yang terlemah sejak 27 Februari, sehari sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai.

Kontrak minyak mentah AS turun di bawah USD70 per barel untuk pertama kalinya sejak 2 Maret.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Tekanan pada Saham Teknologi Bebani Nasdaq dan S&P

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, arus minyak mentah melalui Selat Hormuz kini hampir kembali seperti kondisi sebelum perang Iran dimulai.

Kapal-kapal tanker mulai keluar dari jalur pelayaran penting tersebut dengan bantuan pengawalan militer.

Dalam pidatonya di Reuters Global Energy Forum di New York, Wright mengatakan sekitar 20 juta barel minyak mentah telah keluar dari Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.

Namun, normalisasi pelayaran masih tertunda akibat keberadaan ranjau laut Iran di wilayah tersebut.

Wright menambahkan, Iran tidak akan mampu memblokir Selat Hormuz ke depannya. Amerika Serikat (AS), kata dia, akan memastikan kelancaran arus minyak meskipun belum ada kesepakatan dengan Teheran.

Data pelayaran menunjukkan, tiga kapal tanker yang sebelumnya tertahan dan membawa sekitar 5 juta barel minyak mentah mulai keluar dari selat tersebut pada Rabu.

Dua di antaranya menuju Asia, setelah kesepakatan sementara antara Iran dan AS membuka kembali pasokan yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk.

Di pasar fisik, kargo minyak mentah dijual dengan harga diskon di berbagai wilayah dunia.

Perubahan ini turut mengubah pola perdagangan karena pasar mendapat tekanan dari meningkatnya pasokan minyak Timur Tengah, seiring Iran bersiap meningkatkan penjualan setelah memperoleh kelonggaran sementara dari sanksi AS.

Bank investasi J.P. Morgan pada Rabu memangkas proyeksi harga minyak Brent untuk paruh kedua 2026. Penurunan proyeksi tersebut dipicu oleh penurunan stok komersial negara-negara OECD yang lebih kecil dari perkiraan serta melemahnya permintaan minyak.

J.P. Morgan memperkirakan harga minyak Brent rata-rata berada di USD86 per barel pada kuartal III-2026 dan USD80 per barel pada kuartal IV-2026. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kamis, BMKG: Langit Indonesia didominasi berawan hingga awan tebal
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Akhir Pelarian Pelaku Penyekapan Sadis di Bandung, Taufik Hidayat Ditangkap Tanpa Perlawanan | BERUT
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Usul Damri Ekspansi ke Arab Saudi, Layani Jemaah Haji-Umrah hingga Bangun Rest Area Makkah-Madinah
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Bak Tak Ada Perang, Saat Warga Gaza Rekreasi Penuhi Pantai Kota
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Penyiksaan Perempuan di Rancaekek Bikin Geram, Dedi Mulyadi Desak Hukuman Setimpal
• 19 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.