Trump Perintahkan Investigasi Exxon dan Chevron Lantaran Belum Turunkan Harga Bensin

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Dia menuduh perusahaan-perusahaan tersebut melakukan praktik penggelembungan harga terhadap konsumen.

Trump Perintahkan Investigasi Exxon dan Chevron Lantaran Belum Turunkan Harga Bensin. Foto: AP.

IDXChannel -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginstruksikan Departemen Kehakiman (Department of Justice/DOJ) untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak karena tidak menurunkan harga bensin di SPBU sejalan dengan turunnya harga minyak mentah. Dia menuduh perusahaan-perusahaan tersebut melakukan praktik penggelembungan harga terhadap konsumen.

Pemerintahan Trump kemudian mengunggah cuplikan video di X pada Rabu, di mana Trump secara langsung menyebut produsen minyak AS Exxon Mobil dan Chevron sebagai bagian dari penyelidikan tersebut.

Baca Juga:
Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Jaringan SPBU Milik ExxonMobil di Singapura

“Harga minyak sudah turun sangat banyak, tetapi kita tidak melihat hal itu tercermin di harga bensin di SPBU,” kata Trump dalam video tersebut, dilansir Reuters, Kamis (25/6/2026).

Exxon dan Chevron belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Baca Juga:
Raksasa Minyak AS Exxon Ogah Investasi di Venezuela

Harga minyak sempat melonjak tahun ini setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, membuat konsumen menyuarakan kekhawatiran atas tingginya harga bensin.

Upaya diplomasi antara Washington dan Teheran untuk meredakan konflik telah membawa sedikit kelegaan bagi warga AS, sebagaimana ditunjukkan data awal pekan ini yang memperlihatkan harga bensin turun selama enam pekan berturut-turut.

Baca Juga:
ExxonMobil Kucurkan Investasi Rp168 Triliun, Perpanjang Kontrak hingga 2055

Namun, Trump menilai penurunan harga bensin tersebut belum cukup dan tidak sebanding dengan turunnya harga minyak mentah.

“Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga bensin di SPBU secara sepadan dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka beli. Harga minyak turun drastis! Dengan kata lain, konsumen sedang diperas. Saya telah menginstruksikan DOJ untuk segera mulai menyelidiki hal ini,” tulis Trump di Truth Social.

Harga bensin di SPBU AS masih jauh lebih tinggi dibandingkan USD2,76 per galon yang tercatat pada Januari, satu bulan sebelum konflik Iran dimulai. Menurut data AAA, harga rata-rata bensin di AS pada Rabu berada di level USD3,93 per galon, turun hampir 14 persen dari puncaknya pada Mei.

Sementara itu, harga minyak mentah AS telah merosot 36 persen dari titik tertingginya pada Mei setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara dan membuka kembali Strait of Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah.

“Harga bensin tidak bergerak seiring secara langsung dengan harga minyak mentah, terutama setelah gangguan global besar yang masih memengaruhi pasokan, aktivitas pengilangan, dan persediaan,” kata Juru Bicara American Petroleum Institute, Bethany Williams. 

American Petroleum Institute merupakan kelompok industri yang mewakili produsen minyak termasuk Exxon dan Chevron.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocah 12 Tahun Tewas dalam Serangan Drone Israel di Kamp Pengungsian Gaza | SAPA SIANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Perlawanan Alibaba Menghadapi Pentagon
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Susul Ibu Tiri, Ayah Kandung Juga Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Anak 9 Tahun | BORGOL
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Penyekapan-Penganiayaan Wanita di Bandung, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual pada Korban
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kejagung Bentuk Satgas Khusus Lacak Aset Koruptor Kasus Lama
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.