42 Jemaah Haji Asal Jayawijaya Tiba di Makassar

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wamena: Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memastikan 42 peserta haji kabupaten tersebut tiba dengan selamat di Tanah Air pada Kamis, 25 Juni 2026.

Jemaah haji asal Kabupaten Jayawijaya yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 31 tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 14.40 Wita.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jayawijaya Nurhayaty mengatakan rombongan haji asal Kabupaten Jayawijaya telah tiba dengan selamat di Indonesia melalui penerbangan embarkasi Makassar.

"Puji syukur, Alhamdulillah, rombongan haji berjumlah 42 orang tiba dengan selamat di Indonesia setelah melaksanakan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, selama sebulan," kata Nurhayaty di Wamena, seperti dilansir Antara, Kamis, 25 Juni 2026.

Dia menginformasikan rombongan haji asal Kabupaten Jayawijaya masih berada di penampungan haji di Makassar, Sulawesi Selatan, dan baru akan bertolak menuju Papua pada Jumat, 26 Juni 2026.
 

Baca Juga :

392 Haji Kloter 32 Tiba di Makassar


"Rombongan saat ini masih berada di penampungan jemaah haji Makassar, besok kemungkinan hanya dua orang haji yang akan berangkat menuju Papua, Wamena, karena 40 haji lainnya akan pulang ke kampung halaman terlebih dahulu," ujarnya.

Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Pegunungan Yoyo I Sriyoto mengatakan jemaah asal Kabupaten Jayawijaya telah tiba dengan selamat di Indonesia melalui penerbangan embarkasi Makassar.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT karena rombongan jemaah haji asal Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berjumlah 42 orang dapat pergi dan kembali dalam keadaan sehat walafiat," kata Yoyo yang juga menjadi ketua rombongan jamaah haji asal Kabupaten Jayawijaya.



Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol


Dia menambahkan rombongan haji asal Kabupaten Jayawijaya selama di Makkah mengikuti proses Haji Tamattu. Proses Haji Tamattu ialah ibadah haji yang mendahulukan umrah sebelum melaksanakan haji pada musim haji yang sama.

Istilah ini berasal dari kata tamatta'a (bersenang-senang) karena jamaah dapat melepas pakaian ihram dan terbebas dari larangan ihram selama jeda waktu antara umrah dan puncak ibadah haji.

Dia mengapresiasi pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten yang telah memberikan dukungan kepada jamaah haji asal Jayawijaya yang mengikuti ibadah musim haji tahun 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TASPEN Puji Pengembalian Dana Hasil Rampasan Negara Rp 153,6 M dari KPK
• 22 jam laludetik.com
thumb
Sebanyak 352 Haji Kloter 14 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus Taufik Hidayat: Misteri Botol Infus Belum Terungkap, Polisi Minta Waktu
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Marsda TNI Budhi Achmadi: Pertahanan dan Pembangunan Harus Berjalan Dalam Koridor Demokrasi
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk untuk Impor Elpiji dan Bahan Baku Plastik
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.