Jutaan Warga Iran Peringati Hari Asyura

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jutaan warga Iran memperingati Asyura dengan mengikuti pawai berkabung di berbagai kota, termasuk Kota Qom, di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Peringatan ini menjadi simbol keteguhan masyarakat Iran dalam mengenang perjuangan Imam Husein sekaligus menegaskan semangat melawan ketidakadilan.

Pawai Asyura digelar serentak di berbagai wilayah Iran. Jalan-jalan dipenuhi warga berpakaian hitam yang mengikuti prosesi duka sejak pagi hari. Mereka mengikuti pembacaan syair, mars duka, doa bersama, serta aksi pemukulan dada secara simbolik untuk mengenang tragedi Karbala yang terjadi pada tahun 61 Hijriah.

Suasana peringatan berlangsung khidmat dan penuh keyakinan meski situasi politik di kawasan masih belum sepenuhnya stabil.

"Yang saya lihat di sini bukan suasana takut, bukan suasana tertekan. Justru yang terasa adalah keteguhan. Padahal kita tahu situasi politik hari ini belum tenang. Ketegangan antara Iran dan Amerika belum benar-benar mereda," kata Kontributor Metro TV di Iran, Ismail Amin, dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Kamis 25 Juni 2026. 

Menurutnya, masyarakat tetap memadati jalan-jalan untuk memperingati Asyura meskipun masih dibayangi berbagai ancaman dan ketidakpastian geopolitik.

Baca Juga :

Sinergi Kemlu dan PIS Berhasil Kawal Kapal Gamsunoro Lintasi Selat Hormuz dengan Aman

Bagi masyarakat Iran, tragedi Karbala tidak hanya dipandang sebagai peristiwa sejarah, melainkan juga simbol keberanian dan perjuangan melawan kezaliman. Nilai-nilai tersebut dinilai masih relevan dan menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Iran hingga saat ini.

Ismail juga menepis anggapan bahwa peringatan Asyura di Iran identik dengan aksi melukai diri. Ia menegaskan prosesi yang berlangsung di Qom lebih berfokus pada doa, syair duka, solidaritas sosial, dan pemukulan dada secara simbolik.

"Di sini saya tidak melihat ada aksi melukai diri, tidak ada orang menyayat kepala, tubuh, tidak ada darah-darah seperti yang sering digoreng di media sosial," ujarnya.

Dalam peringatan tersebut, banyak warga turut membagikan makanan kepada peserta pawai dan masyarakat umum sebagai bentuk solidaritas. Sejumlah keluarga juga terlihat mengikuti prosesi bersama anak-anak mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKSDA Yogya Evakuasi Kasuari yang Viral Berkeliaran di Permukiman Warga Sleman
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Sapi Merah untuk Ritual Penghancuran Al-Aqsa Cacat, Nasib Dunia Ditentukan Lubang di Telinga?
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penguatan UMKM dan Pelayanan Dasar di Pulau Sabutung Jadi Fokus Kunjungan Wakil Gubernur Sulsel
• 16 menit laluharianfajar
thumb
Rutte Blak-blakan Soal Peran Eropa Dukung Serangan AS ke Iran, NATO Dituding Terlibat Langsung
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Ngaku Nyesal, Paddy Pimblett Bongkar Faktor di Balik Kekalahan dari Justin Gaethje
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.