Bank Indonesia Gelar Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, Simak Tujuan Besarnya

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) menggelar Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026, dalam rangka mendukung penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, dalam proses membina para pelaku usaha yang ikut dalam program ini, bakal ada tiga tahapan yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha UMKM tersebut.

Baca Juga :
Dorong Ratusan UMKM Naik Kelas, SIG Catat Transaksi RB Rembang Capai Rp6,9 Miliar
Begini Cara Hitung Pajak Pedagang Online yang Jualan di Berbagai E-Commerce Pakai Aturan Terbaru

"(Tahap) satu adalah pendidikan kewirausahaan, dan kita lakukan sertifikasi. Jadi anda-anda yang lulus sekarang ini, InsyaAllah dalam dua setengah bulan kita akan didik wirausahanya," kata Perry di kantor Bank Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.

Bank Indonesia (BI), Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menjelaskan bahwa tahap kewirausahaan memiliki dua aspek yang harus dipenuhi oleh tiap peserta. Yakni bagaimana menyempurnakan kemampuan teknis dari usahanya, serta kemampuan pengembangan bisnis para UMKM tersebut.

"Kalau untuk kemampuan teknisnya dan kemampuan bisnisnya, dalam dua setengah bulan anda semua akan dididik dua itu. Dan kami doakan lulus sertifikasi," ujarnya.

Setelah kedua aspek itu terpenuhi dan sudah tersertifikasi, Perry menjelaskan bahwa fase selanjutnya yakni uji coba magang sesuai keahliannya. Misalnya barista akan magang di kedai kopi atau para ahli tenun akan dihubungkan dengan para desainer berpengalaman.

"Jadi mereka akan magang, uji coba. Betul-betul praktik. Dalam istilahnya kerennya sandboxing," kata Perry.

Setelah menjalani pendidikan kewirausahaan, tahap yang kedua adalah evaluasi untuk memeriksa apakah secara teori dan praktik wirausahanya sudah benar. Misalnya seperti barista yang akan diuji apakah secara praktiknya sudah benar dan sesuai kebutuhan bisnisnya.

Sementara untuk pesantren yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK), mereka akan diuji cara pengolahan produk hingga ke ph air kemasan yang diproduksinya tersebut.

Setelah kedua tahapan itu lulus, maka para peserta akan masuk ke tahapan ketiga yakni untuk kembali disertifikasi dan diberi modal usaha.

"Nah kalau sudah lulus, dapat sertifikasi lagi. Setelah itu baru dikasih modal. Jadi modalnya belakangan. Jadi betul-betul inilah bedanya dari yang pertama. Kenapa tahu. ini beda? Karena ini transformasinya terpadu. Kewirausahaan terpadu," ujarnya.

Baca Juga :
DJP Bongkar Trik Nakal Pengusaha Demi Tetap Dapat Tarif Pajak UMKM 0,5 Persen
Kementerian UMKM Ingatkan Pedagang di E-Commerce BPJS Jadi Syarat Dapat Insentif
BRI Life Dukung Kementerian UMKM Kampanyekan Edukasi Proteksi via UMKM Fun Run 5K

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Usul Jemaah Haji DIY Pakai E-Paspor, Ini Alasannya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Siapkan Rp 100 Miliar untuk LPDP Jakarta, Bisa Biayai hingga 75 Mahasiswa
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov Jabar Siapkan Rp 1 Miliar untuk Pengobatan Yuvita
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Awas Denda Rp 500.000, Ganjil Genap Masih Berlaku di Akses Tol Jakarta Hari Ini
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Swiss Kirim 80 Petugas Penyelamat ke Venezuela yang Diguncang Gempa Kembar
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.