JAKARTA, KOMPAS.com - Ferri Nuzarli mengungkapkan perbedaan arah perjuangan jadi salah satu alasan dirinya mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh.
"Kami menilai bahwa terdapat perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar antara organisasi kami dengan kebijakan dan langkah-langkah yang ditempuh Partai Buruh saat ini," kata Ferri, kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Ferri mengibaratkan seperti hubungan rumah tangga yang dihadapkan pada persoalan berkepanjangan.
"Dan masalah ini ya semakin, ya nambah terus, sampai akhirnya kita putuskan sesuai dengan evaluasi kita ya, sebagai organisasi inisiator pelanjut Partai Buruh ya, rasanya kita sudah enggak bisa bersama lagi," ujar dia.
Baca juga: Ferri Nuzarli Mundur dari Sekjen Partai Buruh
Ferri mengatakan, keputusan dirinya untuk mengundurkan diri semakin mantap setelah ia dan anggota Partai Buruh yang tergabung dalam Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menerima masukan dari daerah.
"Ya, melihat dari evaluasi kita yang lalu-lalu gitu. Itu juga masukan dari kawan-kawan di daerah juga. Di semua provinsi, di semua kabupaten/kota menyatakan ya kita sepakat dan setuju, ya, kalau memang itu keputusan kita bersama," ungkap dia.
Ia juga memastikan alasan dirinya mundur bukan karena Presiden Partai Buruh Said Iqbal memilih masuk kabinet.
"Ada evaluasi ya, pandangan yang sudah mendasar ya. Itu sudah lama. Sebelum Bung Iqbal diangkat sebagai Staf Khusus Presiden, itu sudah lama (keputusan untuk mundur)," tutur dia.
Umumkan mundurFerri Nuzarli bersama sejumlah anggota Partai Buruh lainnya yang tergabung dalam Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) resmi mengundurkan diri dari Partai Buruh.
ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani (AGN) yang merupakan salah satu dari 11 inisiator Partai Buruh.
Baca juga: Profil Said Iqbal, Ketum Partai Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Prabowo
"Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kami menyampaikan Organisasi Rakyat Indonesia atau ORI mulai dari perangkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan atau distrik yang beranggotakan 1.300.000 orang memutuskan mulai hari ini, Jumat, ya, tanggal 26 Juni 2026, mengundurkan diri sebagai salah satu organisasi inisiator Partai Buruh," kata Ferri, dalam konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ferri mengakui keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah.
Keputusan tersebut diputuskan melalui pertimbangan mendalam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




