Pramono Ngaku Khawatir Usai PAM Jaya Untung: Biasanya Semua Ikut Campur, Merasa Berjasa

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku khawatir semakin banyak pihak ingin ikut campur dalam pengelolaan PAM Jaya usai perusahaan air minum milik daerah itu mulai menunjukkan kinerja positif dan mencatat keuntungan.

Karena itu, ia meminta jajaran direksi dan komisaris PAM Jaya menjaga profesionalisme perusahaan serta menolak segala bentuk intervensi.

"Nah, problem-nya adalah biasanya kalau sudah memberikan hasil yang baik semua orang pengen merasa ikut campur, semua orang pengen merasa berjasa terhadap PAM itu," kata Pramono saat menghadiri acara Jakarta Water Hero 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Ada 5 Kamar Terisi Saat Kos Ambruk di Benhil Jakpus, Penghuni Berhamburan Selamatkan Diri

Menurut dia, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar kinerja PAM Jaya yang terus membaik tidak terganggu oleh kepentingan di luar perusahaan.

Pramono mengatakan, sejak awal dirinya telah berulang kali mengingatkan bahwa profesionalisme merupakan kunci utama jika PAM Jaya ingin terus berkembang.

"Dalam menjalankan roda manajemen perusahaan, saya menyampaikan enggak boleh siapa pun yang melakukan intervensi untuk PAM Jaya. Karena itu, maka kemudian hasilnya mulai kita rasakan hari ini," ujarnya.

Ia menilai capaian PAM Jaya saat ini tidak lepas dari kerja sama seluruh jajaran perusahaan.

Bahkan, menurut Pramono, perusahaan tersebut baru-baru ini membukukan keuntungan yang belum pernah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

"Seumur hidup PAM Jaya enggak pernah punya keuntungan seperti tahun kemarin, enggak pernah," kata dia.

Baca juga: Pramono Minta Shin Tae-yong Bawa Persija Juara: Berikan Kami Hadiah Spesial

Meski demikian, Pramono menegaskan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja tim yang melibatkan direksi, komisaris, dan seluruh pegawai PAM Jaya.

"Ini adalah teamwork, kerja semuanya secara bersama-sama," ucapnya.

Pramono juga meminta pemisahan fungsi regulator dan operator tetap dijaga setelah PAM Jaya berstatus sebagai Perseroan Daerah (Perseroda).

Menurut dia, PAM Jaya harus tetap berfokus sebagai operator layanan air bersih, sedangkan fungsi regulator berada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam kesempatan itu, Pramono turut mengapresiasi peningkatan cakupan layanan air bersih PAM Jaya yang kini telah mencapai 82 persen. Ia optimistis target cakupan layanan 100 persen pada 2029 dapat tercapai.

"Sekarang capaian PAM Jaya sudah 82 persen. Dan saya yakin masih ada tiga tahun lagi pasti akan bisa terpenuhi untuk 100 persen," kata Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah kota berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada Sabtu
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
RS Akan Rekonstruksi Wajah Wanita YTR yang Alami Luka Berat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Korsel Tak Ingin Denuklirisasi Korut Jadi Tujuan Utama Lagi, Sebut Sulitkan Diplomasi
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Anung Mulai Eksekusi Penataan Kabel Ruwet Jakarta
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Minyak Turun, Purbaya Pede Defisit APBN Tak Lewati 3 Persen
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.