Kota Bandung, tvOnenews.com - Polda Jawa Barat (Jabar) kembali mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap pacarnya berinisial YTR (29) di Bandung selama tiga tahun.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa, Taufik Hidayat dikenal sebagai sosok dengan karakter bertempramen tinggi. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman oleh tim penyidik.
Hasil tersebut setelah tim penyidik Polda Jabar meminta keterangan dari keluarga tersangka. Rudi mengatakan, hal ini bertujuan agar pihaknya bisa mendalami karakter dan kondisi kejiwaan Taufik Hidayat.
"Hasil keterangan dari keluarganya menunjukkan karakter tersangka memang temperamental," ujar Rudi dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (26/6/2026).
- tvOneNews
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan alasannya. Berdasarkan pengakuan dari keluarga tersangka, pacar YTR tersebut kerap kali melakukan tindak kekerasan.
Hal ini sesuai dengan pengakuan dari ayah tersangka, Tata saat berbincang dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Putra ketiganya pernah memukul kepalanya menggunakan kayu.
Kejadian tersebut disebabkan karena Taufik Hidayat masih menganggur. Saat hendak makan, tersangka geram lantaran tidak ada lauk atau ikan yang mendorong untuk memukul sang ayah.
"Jika tidak mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan harapannya, dia cenderung melakukan kekerasan," terang Kapolda Jabar.
Faktor Lain Penyebab Pacar YTR Temperamental- Kolase Istimewa & tvOne
Kemudian, Rudi juga menyampaikan faktor lain dalam hasil pemeriksaan sementara. Hal ini berkaitan dengan penyebab tersangka memiliki sifat temperamental, terutama pada korban.
Rudi menuturkan, tersangka kerap kali mempunyai kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras). Kondisi di bawah pengaruh alkohol mendorong Taufik melakukan penganiayaan.
Selain alkohol, kecemburuan tersangka terhadap korban sangat tinggi. Kemudian, tekanan dari pekerjaannya yang menjadi debt collector juga menyebabkan Taufik menganiaya pacarnya.
Rudi berpendapat penyidik memutuskan untuk melibatkan ahli kejiwaan. Tujuannya guna mengulik lebih dalam terkait kondisi psikologis Taufik Hidayat.
Kondisi psikologis yang carut-marut mengarahkan tersangka diduga berulang kali melakukan tindak kekerasan. Berdasarkan pengakuannya, Taufik menghajar korban menggunakan tangan kosong, benda tumpul hingga benda tajam.




