Komisi XI DPR Upayakan TKD Berpihak ke Daerah: Kami Paham Kekhawatiran Pemda

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan sampai saat ini besaran dana transfer ke daerah (TKD) untuk anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2027 masih belum final. Ia pun memastikan akan berupaya agar TKD berpihak kepada pemerintah daerah.

"Komisi XI DPR akan mengawal proses pembahasan TKD 2027 agar formulanya tetap adil, rasional, dan berpihak pada kebutuhan pembangunan daerah," kata Misbakhun melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

"Kami memahami aspirasi dan kekhawatiran pemerintah daerah," lanjut dia.

Baca juga: Nilai TKD Pemerintah Pusat ke NTT Capai Rp 9,138 Triliun hingga 31 Mei 2026

Lebih lanjut, Misbakhun mengatakan berbagai angka TKD yang muncul di ruang publik sebaiknya dibaca sebagai bagian dari dinamika pembahasan kebijakan fiskal. Namun, ia menegaskan angka yang beredar itu bukan keputusan akhir.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah tetap mengikuti proses pembahasan APBN secara proporsional. Ketua DPP Partai Golkar itu meyakini pemerintah terus membuka ruang untuk penguatan TKD.

Misbakhun kemudian mencontohkan alokasi TKD pada APBN 2026 yang semula ditetapkan sebesar Rp 693 triliun, setelah melewati pembahasan ditambah sebesar Rp 43 triliun dari rancangan awal. Berdasarkan pengalaman membahas APBN, dia menyebut aspirasi daerah tetap menjadi perhatian pemerintah dan DPR dalam menentukan desain kebijakan fiskal.

"Pemerintah memahami aspirasi daerah. Kami di DPR juga terus meminta agar pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah tetap memperoleh ruang fiskal yang memadai, terutama untuk pelayanan dasar, infrastruktur, dan penguatan ekonomi lokal," ucap dia.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan II Jawa Timur itu menambahkan keberpihakan APBN kepada daerah tidak semata-mata ditentukan oleh satu pos anggaran. Dalam volume APBN yang terus berkembang, kata Misbakhun, pembangunan bisa dijalankan melalui TKD maupun belanja pemerintah pusat, sepanjang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di daerah.

"Yang paling penting ialah rakyat di daerah tetap memperoleh manfaat pembangunan. Instrumennya bisa dibahas, tetapi hasil akhirnya harus nyata, terukur, dan menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Misbakhun.

Baca juga: Tito Sebut Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan




(maa/maa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Fakta Menarik Usai Prancis Bantai Norwegia: Dembele Jadi Bintangnya
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Brida Surabaya Sulap Sampah Plastik Hutan Bakau Jadi Bahan Bakar Alternatif
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Gencatan Senjata Goyah, AS Kembali Serang Iran
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK dalami dugaan pemerasan izin tinggal WNA di Bali
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Diskusi SLD: Aksi Mahasiswa Jadi Penyeimbang Demokrasi, Bukan Reformasi Jilid II
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.