Bola Dunia 2026: Fenomena Sepatu Pink

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

SEPAK bola bukan sekadar permainan menyepak bola antara dua tim yang terdiri sebelas pemain, dipimpin tiga wasit.  

Spektrum sepak bola lebih luas. Menyangkut olah raga, fisika, gravitasi, ekonomi, bisnis, marketing, budaya, fashion, hingga psikologi.

Mengapa umumnya sepatu pemain di Piala Dunia 2026 berwarna pink? Jika Anda menyaksikan pertandingan-pertandingan 2026 FIFA World Cup, ada satu pemandangan yang sulit diabaikan. 

Begitu banyak pemain mengenakan sepatu berwarna pink. Mulai dari bintang-bintang dunia hingga pemain muda, warna ini seolah menjadi "seragam tidak resmi" turnamen. Bahkan ada kombinasi pink dan kuning sehingga seolah pemain mengenakan sepatu yang berbeda warna. 

Fenomena tersebut ternyata bukan kebetulan. Itu strategi pemasaran merek olahraga. Alasan terbesar adalah strategi pemasaran dari produsen sepatu seperti Nike, Adidas, Puma, New Balance, hingga Skechers. 

Menjelang Piala Dunia, hampir semua merek meluncurkan koleksi sepatu berwarna pink dengan nama yang berbeda-beda, tetapi memiliki nuansa serupa.

Warna pink terang memberikan kontras yang sangat kuat dengan rumput hijau lapangan. Akibatnya, gerakan kaki pemain lebih mudah ditangkap kamera televisi. 

Potongan video di media sosial menjadi lebih menarik. Hal ini membuat produk yang dikenakan pemain memperoleh eksposur maksimal selama pertandingan.

Sebagian besar pemain elite memiliki kontrak sponsor dengan produsen perlengkapan olahraga. Ketika merek meluncurkan seri terbaru berwarna pink, para pemain sponsor umumnya langsung mengenakannya di turnamen terbesar dunia sebagai bagian dari promosi global.

Pink bukan lagi warna yang dianggap "unik". Dua dekade lalu, sepatu pink hanya dipakai segelintir pemain yang ingin tampil berbeda. Kini persepsi tersebut berubah. Warna pink justru menjadi simbol desain modern dan keberanian, sehingga dipakai oleh penyerang, gelandang, bek, hingga penjaga gawang.

Ketika banyak pemain terkenal mengenakan sepatu pink, pemain lain pun ikut menggunakannya. Akibatnya, hampir setiap pertandingan memperlihatkan banyak pemain dengan warna sepatu yang sama. Bahkan sejumlah pengamat pemasaran menilai tren ini justru membuat merek-merek sulit dibedakan karena hampir semuanya memilih warna identik.

Apakah warna itu secara psikologis dpat menjafi trigger atau pemicu meningkatkan performa pemain? Ah, tidak ada bukti ilmiah bahwa warna pink membuat pemain berlari lebih cepat atau menendang lebih akurat. 

Teknologi sepatu—seperti bobot, material, dan desain sol—yang memengaruhi performa, bukan warnanya. Warna pink lebih merupakan pilihan desain dan strategi pemasaran daripada faktor teknis.

Dominasi sepatu pink di Piala Dunia 2026 merupakan hasil perpaduan strategi pemasaran, tren mode olahraga, dan kebutuhan agar produk lebih mencolok di layar televisi. Warna yang dulu dianggap tidak lazim di sepak bola kini justru menjadi ikon visual turnamen, sehingga hampir setiap pertandingan dipenuhi pemain yang mengenakan sepatu berwarna pink.

Sejauh ini, Lionel Messi setia mengenakan sepatu warna putih di tengah kerumunan sepatu warna pink. Boleh jadi, ini juga strategi, agar kaki Messi dapat dikenali lebih cepat oleh rekan setimnya, saat terjadi kemelut (scrimage) perebutan bola, tanpa melihat wajahnya.

(AS, dari berbagai sumber)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prancis Juara Grup I Piala Dunia 2026: Ousmane Dembele Cetak Hattrick, Les Bleus Bantai Norwegia 4-1
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Gangguan Software Paksa Toyota, Subaru, dan Lexus Tarik 21.000 Mobil Listrik
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Ini Tugas Satgas Mitigasi PHK yang Dipimpin Prasetyo Hadi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang: Praktisi Kepolisian Menilai Polisi Perlu Dalami Motif
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Saat Prabowo Didampingi Gibran Hadiri Sarasehan Kebangsaan di JCC
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.