Anggota DPR Usul Moratorium Latsarmil Calon Manajer Kopdes Usai 4 Orang Meninggal

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Yulius Setiarto mengusulkan agar pemerintah memoratoriumkan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil), bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Menurut Yulius, penghentian sementara diperlukan agar pemerintah dapat mengevaluasi sistem penyelenggaraan pelatihan, setelah empat peserta program tersebut meninggal dunia.

"Saat ini diperlukan moratorium atau penghentian sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang tengah berjalan, disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraannya demi menjamin keselamatan peserta dan akuntabilitas negara," ujar Yulius dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Tewasnya Calon Manajer Kopdes: Dodolitdodolitdodolibret!

Politikus PDI-P ini mengatakan, selama masa moratorium, Kementerian Pertahanan bersama panitia seleksi dan instansi terkait perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Menurut dia, evaluasi itu harus mencakup audit terhadap validitas pemeriksaan kesehatan peserta, kesiapan tenaga dan fasilitas medis di setiap satuan pendidikan, kesesuaian beban latihan fisik bagi peserta sipil, serta kecukupan sistem penanganan keadaan darurat.

“Tragedi ini harus menjadi titik balik bagi perbaikan fundamental dalam penyelenggaraan program pelatihan dasar kemiliteran yang melibatkan warga sipil. Keselamatan warga negara adalah hukum tertinggi," kata Yulius.

Baca juga: Respons Istana dan DPR soal Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Latsarmil

Ia juga mengingatkan bahwa rentetan kasus meninggalnya peserta Latsarmil menunjukkan masih adanya celah dalam standar keselamatan, skrining kesehatan dan tanggung jawab penyelenggara melindungi peserta selama pelatihan.

"Meskipun Kemhan menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui pemeriksaan kesehatan formal sebelum dinyatakan layak mengikuti program, lolosnya peserta dengan kondisi medis yang berisiko tinggi untuk mengikuti latihan fisik berat mengindikasikan adanya disfungsi pada tahap pra-latihan," jelas Yulius.

Oleh karena itu, dia menilai langkah paling tepat saat ini adalah menghentikan sementara seluruh kegiatan Latsarmil sembari pemerintah membenahi sistem.

Baca juga: Novia Meninggal Saat Latsarmil Kopdes Merah Putih, Keluarga: Ikhlas, tapi Negara Harus Tanggung Jawab Moral

Calon manajer Kopdes meninggal

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi meninggalnya peserta Latsarmil Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang merupakan calon manajer KDKMP.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Rifki sempat mengeluhkan sesak napas pada 25 Juni 2026 dan mendapat penanganan awal dari tim kesehatan satuan.

Setelah kondisinya kembali menurun, ia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan menjalani perawatan intensif sebelum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.

Kemenhan menyatakan Rifki telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, sebelum dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan.

Baca juga: Kemhan Ungkap Penanganan Medis Calon Manajer Kopdes Sebelum Meninggal Dunia

Seusai kejadian tersebut, Kemhan menyatakan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI.

Evaluasi mencakup penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran peserta yang memiliki keluhan serupa, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelum Rifki, tiga peserta lain di lokasi pendidikan juga dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil.

Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang wafat akibat cardiac arrest, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, dan Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menang Sia-sia, Turki Tetap Tidak akan Masuk Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 meski Tekuk Amerika Serikat 3-2
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasatpol PP Kota Bekasi Bantah Tuduhan Pelecehan terhadap 4 Anggotanya
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Baru Turun Pesawat, Polri Ciduk Buron Interpol Beijing di Bandara Soetta
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
CNG 3 Kg Bakal Jadi Alternatif Pengganti LPG, Masyarakat Tidak Perlu Beli Tabung Baru
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenkeu Akan Bentuk Tim Pengawasan MBG, Cegah Kebocoran Anggaran
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.