JAKARTA, DISWAY.ID - Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, pada akhir pekan lalu dalam gelaran Kapolda Jateng Cup 2026, turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang menjadi ajang seleksi menuju Kapolri Cup 2026.
Kompetisi eSports bergengsi tersebut secara resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Turnamen menggunakan sistem pertandingan beregu 5 lawan 5 dengan proses seleksi berjenjang dari tingkat Polres, sehingga hanya tim terbaik yang berhasil melaju ke babak utama.
Ajang ini tidak hanya menjadi panggung bagi atlet eSports muda untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, sportivitas, disiplin, kerja sama tim, serta mental juara.
Kapolda: eSports Jadi Wadah Positif bagi Generasi DigitalKapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa penyelenggaraan Kapolda Jateng Cup 2026 merupakan bentuk komitmen Polda Jawa Tengah untuk semakin dekat dengan kalangan muda, khususnya generasi digital.
Menurutnya, eSports bukan sekadar permainan, melainkan media pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir strategis, disiplin, komunikasi, hingga kerja sama dalam tim.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak pelajar dan komunitas eSports menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern, yakni memanfaatkan teknologi secara bijak, menjauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga keamanan dan persatuan masyarakat," ujar Ribut Hari Wibowo.
Ia berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet eSports berprestasi yang tidak hanya unggul saat bertanding, tetapi juga memiliki karakter kuat, etika yang baik, dan kepedulian sosial.
IPOT Manfaatkan Festival eSports untuk Tingkatkan Literasi KeuanganDi sela-sela pertandingan yang memperebutkan total hadiah Rp200 juta serta penghargaan Most Valuable Player (MVP), PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan program edukasi keuangan bertajuk Generasi Jateng Cerdas Rupiah.
Program tersebut menyasar komunitas eSports dan Generasi Z melalui pendekatan yang dekat dengan dunia gaming. IPOT memanfaatkan momentum festival ini untuk memperkenalkan pentingnya literasi finansial sekaligus investasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebagai AI Transformation Platform for Indonesia, IPOT membawa berbagai inovasi yang dirancang agar investasi semakin mudah dipahami oleh generasi muda.
Fenomena FOMO Masih Jadi Tantangan Investor MudaPresident Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menjelaskan bahwa terdapat kesamaan karakter antara komunitas Mobile Legends dengan investor muda Indonesia.
Menurutnya, keduanya sama-sama terbiasa membaca data, mengambil keputusan cepat, serta menyusun strategi. Namun, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
Berdasarkan data SNLIK OJK 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah mencapai 89,96 persen. Namun, tingkat literasi keuangan mereka baru berada di angka 73,22 persen.
Artinya, masih terdapat kesenjangan sekitar 16,74 persen, yang menunjukkan masih banyak anak muda mulai berinvestasi tanpa memahami risiko secara menyeluruh.
Fenomena tersebut berdampak pada rendahnya aktivitas investasi, di mana hanya satu dari 14 investor terdaftar yang aktif melakukan transaksi setiap bulan.
IPOT Hadirkan Teknologi AI untuk Investor Ritel- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last





