Kronologi Korban ke-4 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia saat Jalani Pelatihan Militer, Disebut Sudah Pemeriksaan Kesehatan

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Calon manajer Kopdes kembali meninggal dunia saat jalani pelatihan militer. Sosoknya jadi korban ke-4 sampai disebut sudah ikuti pemeriksaan kesehatan.

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), disebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Berikut kronologi korban ke-4 calon manajer Kopdes meninggal dunia saat jalani pelatihan militer. Sosoknya disebut sudah pemeriksaan kesehatan.

Rifki diketahui meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) dini hari.

“Sebelum mengikuti program, almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan,” kata Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam siaran pers, Jumat (26/6/2026), dikutip dari Kompas.com.

Dalam pemeriksaan kesehatan yang dijalani, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan.

Rico menjelaskan bahwa pada 25 Juni 2026, Rifki sempat mengeluhkan sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan. Setelah kondisinya berangsur membaik, ia bahkan sempat kembali mengikuti rangkaian kegiatan.

“Namun, pada sore hari kondisi kesehatannya kembali menurun sehingga segera dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk memperoleh penanganan medis lanjutan,” ujar dia.

Saat dirawat di rumah sakit, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan mendapatkan penanganan intensif, termasuk perawatan di ruang ICU. Meski tim dokter telah memberikan upaya medis secara maksimal, Rifki dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama penyelenggara pendidikan juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga, termasuk membantu proses pemulangan jenazah ke kampung halaman serta memastikan hak-hak peserta terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan pihak penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Evaluasi itu mencakup penguatan seleksi kesehatan, peningkatan deteksi dini kondisi medis peserta, pengawasan lebih ketat oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran peserta lain yang memiliki keluhan serupa, hingga penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.

 

Kemhan menjelaskan bahwa program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan guna mendukung pembangunan nasional melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih. Seluruh peserta disebut mengikuti program ini secara sukarela melalui mekanisme seleksi yang telah ditetapkan.

Sebagai catatan, Rifki menjadi calon manajer Kopdes Merah Putih keempat yang meninggal dunia saat menjalani Latsarmil. Sebelumnya, tiga peserta lain yang juga meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, dan Novia Rahmadhani Sihotang.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar meninggalnya Novia.

Menurut Rico, Novia mulai mengalami gangguan kesehatan pada Senin (22/6/2026) dan segera memperoleh penanganan awal dari tim kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke RSAU dr Esnawan Antariksa. Meski telah mendapatkan perawatan intensif, Novia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit tuberkulosis," kata Rico, dikutip dari Kompas.com.

Rico juga memastikan seluruh peserta program SPPI telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti Latsarmil.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, Kemhan menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat pengawasan kesehatan peserta bersama Panitia Seleksi Nasional serta penyelenggara pendidikan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Melemah di Tengah Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ade Darmawan vs Khozinudin Debat soal Penangguhan Roy Suryo Kasus Ijazah: Pak Jokowi Korban! | ROSI
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Dari Jalanan ke Layar Digital: Program DANDAN Ubah Nasib Driver Ojol Perempuan Surabaya
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Momen Langka! Netanyahu Diteriaki "Mundur" oleh Warga di Depan Umum
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sukses Jadi Tuan Rumah, Barito Kuala raih Peringkat ketiga Kejuaraan Umum Daerah
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.