Grid.ID - Baru-baru ini, jumlah korban yang meninggal dalam latihan militer calon manajer KDMP bertambah menjadi 5 orang. Kronologinya menjadi perbincangan.
Ya, baru -baru ini, seorang peserta bernama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan menambah daftar peserta yang meninggal dunia dalam latihan militer calon manajer KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih. Total, kini ada 5 orang peserta yang gugur.
Dikutip dari KOMPAS.com pada Sabtu (27/6/2026), sebelumya ada 4 orang yang meninggal dunia. Dua di antaranya adalah perempuan.
Peserta pertama yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh. Ia diketahui mengikuti latihan militer di Satdik Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.
Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Rico Sirait mengungkap bahwa mendiang sudah mengalami gangguan kesehatan sejak 18 Juni 2026. Setelah itu, ia mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke rumah sakit.
"(Anisa) mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," jelasnya.
Kemudian, ada pula Novia Rahmadhani Sihotang yang juga meninggal dunia. Ia mengikuti latihan militer di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Ia mengalami masalah kesehatan pada 22 Juni 2026. Saat itu dirinya sudah mendapatkan penanganan medis.
Mengenai meninggalnya Novia, Rico mengungkap bahwa almarhumah memiliki penyakit Tuberkulosis. Sebelum meninggal, ia sempat dirujuk ke rumah sakit.
"Meskipun telah memperoleh perawatan intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB)," jelasnya.
Baru-baru ini, seorang peserta lain pun juga mengalami nasib yang sama. Dikutip dari Tribunnews pada Sabtu (27/6/2026), seorang peserta bernama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dikabarkan meninggal dunia.
Mengenai kronologi meninggalnya calon manajer KDMP ini, mendiang diketahui mengikuti latihan militer di Satdik Yon Parako 465. Ia sempat mengeluhkan sesak napas pada Kamis (25/6/2026).
Kemudian, ia mendapatkan penanganan dari tim kesehatan. Kondisinya pun sempat membaik dan kembali mengikuti kegiatan.
Namun, pada sore hari, Rifki kembali mengeluhkan kondisinya. Ia pun dirujuk ke RSAU dr Esnawan Antariksa. Dirinya pun sempat masuk ICU.
"Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU)," jelasnya.
Rico menyebut bahwa berbagai upaya medis sudah dilakukan. Namun, almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (26/6/2026) dini hari.
"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," jelasnya.
Mengenai kondisi kesehatan almarhum, ia diketahui sudah mengikuti seleksi tes kesehatan dan dinyatakan lolos. Dirinya pun dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti latihan militer.
Kementerian Pertahanan dan penyelenggara pendidikan mendampingi proses kepulangan jenazah ke keluarga. Hal ini dilakukan untuk memenuhi hak-hak peserta yang telah meninggal dunia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penanganan medis yang sesuai dengan prosedur. Pihaknya juga menyampaikan bela sungkawa pada semua korban yang meninggal dunia dalam latihan militer ini.
Kemhan bersama penyelenggara pendidikan kini melakukan evaluasi. Evaluasi ini terkait dengan seluruh kegiatan dari proses rekrutmen hingga kegiatan yang dilakukan.
Selain itu, pihaknya akan melakukan penelusuran terkait dengan peserta yang memiliki sakit bawaan. Hal ini untuk mencegah adanya kejadian ini terulang kembali. (*)
Artikel Asli




