JAKARTA, KOMPASTV - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia membeberkan data dan kondisi medis lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara pada Juni 2026.
Peserta Yonanda Muhammad Taufik mengalami penurunan kesadaran saat mengikuti kegiatan di Puslatpur Baturaja pada 17 Juni 2026 dan meninggal dunia akibat henti jantung (cardiac arrest).
Hanisah Musyararoh mengeluhkan sesak napas dan mual sebelum pembelajaran di Rindam VI/Mulawarman Balikpapan pada 18 Juni 2026, lalu meninggal dunia akibat heat stroke.
Novia Ramadani Sihotang mengalami batuk, sesak napas, dan demam, kemudian didiagnosis tuberkulosis (TB) sebelum meninggal saat menjalani perawatan intensif.
Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal akibat pneumonia atau infeksi paru-paru yang disertai komplikasi medis, dengan riwayat hipertensi dan obesitas.
Sementara Nola Dya Sari mengalami sesak napas dan demam, sempat mendapat penanganan di dua rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia meski telah dilakukan tindakan resusitasi jantung.
Kemhan menyebut evaluasi medis terhadap kasus tersebut masih terus didalami.
“Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer,” jelas Mayjen TNI Ketut.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
#kemhan #kopdes #belanegara
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- sppi
- calon manager kopdes
- koperasi desa





