Hamka B. Kady Dorong Nelayan Melek Informasi Cuaca, Wujudkan Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan Nasional

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di Aula Pertemuan Lantai 2 Marketing Office CPI, Jalan Citraland Boulevard No. 6, Centre Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sabtu, 27 Juni.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, serta para nelayan dan peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.

Dalam sambutannya, Hamka B. Kady menegaskan bahwa program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas nelayan dalam memahami informasi cuaca dan iklim maritim sehingga dapat melaut dengan lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

“Sebagai mitra kerja BMKG di Komisi V DPR RI, kami memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Program ini bukan hanya memberikan edukasi mengenai cuaca, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan negara kepada para nelayan agar dapat bekerja dengan lebih aman dan meningkatkan hasil tangkapnya,” ujar Hamka.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi yang diberikan oleh BMKG kepada masyarakat nelayan agar semakin percaya pada informasi ilmiah. “Jangan sampai kita kalah sama dukun, karena sekarang semua sudah berbasis data dan teknologi,” tambahnya dengan nada ringan.

Menurutnya, pemanfaatan informasi cuaca yang akurat merupakan bagian penting dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar pembangunan nasional.

Hamka menambahkan, pelaksanaan SLCN sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan swasembada pangan, ekonomi biru, ketahanan energi, serta pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

“Nelayan kita harus menjadi pelaku utama ekonomi biru yang modern, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu memanfaatkan teknologi informasi cuaca sebagai dasar dalam mengambil keputusan saat melaut. Dengan demikian, keselamatan meningkat, produktivitas bertambah, dan kesejahteraan nelayan juga semakin baik,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen BMKG yang terus menghadirkan layanan informasi cuaca maritim yang semakin akurat dan mudah diakses masyarakat pesisir.

Hamka berharap sinergi antara DPR RI, BMKG, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar edukasi cuaca maritim menjangkau lebih banyak nelayan di Sulawesi Selatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars BMKG, pembacaan doa, laporan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, sambutan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, sambutan Anggota Komisi V DPR RI, sambutan Wali Kota Makassar, serta ditutup dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak nelayan Indonesia yang mampu memanfaatkan informasi cuaca secara optimal sehingga keselamatan pelayaran meningkat, produktivitas perikanan bertambah, dan cita-cita mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang maju dapat tercapai. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Miliki Visi & Disiplin
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
IPOT dan Infinix Bikin Gebrakan di Kapolda Jateng Cup 2026, Gamers Diajak Jadi Investor Cerdas
• 11 jam laludisway.id
thumb
Keselamatan jadi Faktor Utama Xpeng Boyong G6 AWD
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Puncak HUT ke-499 DKI, Rano Karno Sebut Perputaran Ekonomi Tembus Rp 2 Triliun
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Penyekapan Yuvita, Wakil Ketua DPRD Jabar Dukung Taufik Hidayat Dikebiri
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.