Teknologi Ratusan Tahun Ini Belum Tergantikan Smartwatch

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kehadiran smartwatch dengan beragam fitur canggih seperti pemantau kesehatan, GPS, hingga konektivitas internet sempat diprediksi akan menggeser popularitas jam tangan mekanis. Namun hingga kini, teknologi yang usianya sudah ratusan tahun itu justru masih bertahan dan memiliki penggemar setia di seluruh dunia.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat inovasi lama ditinggalkan. Di industri horologi, jam tangan mekanis justru menempati segmen tersendiri yang mengedepankan rekayasa presisi, ketahanan, serta nilai historis yang sulit digantikan perangkat digital.

Baca Juga :
AI Mulai Jadi Mata Kuliah Wajib
Teknologi Mulai Masuk ke Lapangan Golf

Jam tangan mekanis pertama kali berkembang di Eropa pada abad ke-16. Berbeda dengan jam berbasis kuarsa maupun smartwatch yang mengandalkan baterai dan rangkaian elektronik, perangkat ini bekerja sepenuhnya menggunakan sistem mekanik yang terdiri atas ratusan komponen berukuran sangat kecil.

Sumber energinya berasal dari pegas utama (mainspring) yang menyimpan tenaga. Pada jam otomatis, pegas tersebut akan kembali terisi melalui rotor yang berputar mengikuti gerakan pergelangan tangan penggunanya sehingga tidak memerlukan baterai selama rutin digunakan.

Energi yang tersimpan kemudian diatur oleh mekanisme escapement dan roda keseimbangan (balance wheel) agar jarum jam bergerak dengan kecepatan yang stabil. Sistem inilah yang menjadi jantung teknologi horologi selama ratusan tahun dan terus disempurnakan hingga sekarang.

Di sisi lain, smartwatch menawarkan pendekatan yang berbeda. Selain menampilkan waktu, perangkat ini mampu memantau detak jantung, kadar oksigen dalam darah, kualitas tidur, hingga aktivitas olahraga melalui berbagai sensor elektronik yang terintegrasi.

Meski demikian, smartwatch memiliki keterbatasan berupa kebutuhan pengisian daya secara berkala serta umur baterai yang akan menurun seiring waktu. Sementara jam mekanis dapat terus berfungsi selama puluhan bahkan ratusan tahun apabila dirawat dan diservis secara berkala.

Perkembangan teknologi juga tidak berhenti di dunia jam mekanis. Produsen terus menghadirkan inovasi material agar performanya semakin baik, salah satunya melalui penggunaan pegas keseimbangan berbahan Nivachron yang dirancang memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap medan magnet dan benturan.

Teknologi tersebut kini mulai diterapkan pada berbagai koleksi modern, termasuk Mido Ocean Star 200 yang baru diperkenalkan di Korea Selatan. Jam tangan penyelam ini menggunakan mesin otomatis Caliber 80 dengan cadangan daya hingga 80 jam, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pada jam mekanis masih terus berlangsung meski era digital semakin berkembang.

Baca Juga :
Perkuat Keamanan Digital di Era Cloud & AI, BDO di Indonesia Tekankan Pentingnya Ketahanan Siber
Saldo Dompet Digital Kini Bisa Dicairkan di ATM
IHSG Dibuka Lanjut Melemah Serupa Wall Street, Bursa Asia Bergerak Rebound Bervariasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Semifinal MLSC All Stars 2026: Dua Laga Berlangsung Sengit, Kudus dan Jakarta Melaju ke Puncak
• 9 jam lalubola.com
thumb
Buntut 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Kemhan Akan Evaluasi Penyelenggaraan Latsarmil
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Tim Debutan Tanjung Verde Ciptakan Sejarah, Lolos ke 32 Besar Usai Imbang 0-0 Lawan Arab Saudi
• 17 jam laluharianfajar
thumb
5 Tips Cegah Heatstroke di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Selat Hormuz Kembali Memanas, Pakistan dan Iran Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.