Harry Styles sempat tumbang karena tersedak saat tampil di Stadion Wembley, London, Jumat (26/6/2026) malam waktu setempat. Insiden itu terjadi setelah ia melakukan aksi menyemburkan air dari mulut saat membawakan lagu penutup konser, As It Was.
Melansir People, Minggu (27/6/2026), musisi berusia 32 tahun itu sedang menggelar pertunjukan terbaru dari rangkaian konser “Together, Together” selama 12 malam di Wembley Stadium.
Dalam penampilannya, Styles sempat melakukan aksi panggung khas yang dikenal penggemar sebagai gerakan whale, yakni menyemburkan air dari mulut ke udara seperti semburan paus. Namun, beberapa saat setelah aksi itu, Styles tampak tersedak sisa air di mulutnya lalu jatuh telentang ke lantai panggung.
Sejumlah video yang dibagikan penggemar di media sosial memperlihatkan Styles terbaring di panggung sambil beberapa kali batuk. Ia tampak berusaha menahan batuk dengan mengepalkan tangan ke arah mulutnya.
Dalam video tersebut, Styles juga terlihat memegangi bagian perutnya yang bergerak naik-turun cukup kuat, seolah sedang berusaha mengatur napas.
Sekitar 17 detik kemudian, Styles kembali berdiri. Ia tampak dalam kondisi baik, lalu melambaikan tangan kepada penonton sebelum meninggalkan panggung.
Penyanyi album Harry’s House itu kemudian terlihat sudah pulih dan tetap tampil dalam konser berikutnya di Wembley pada, Sabtu (27/6/2026). Meski begitu, penggemar masih ramai menyampaikan kekhawatiran di media sosial.
“Kenapa enggak ada yang datang dan mengecek kondisinya???” tulis seorang pengguna TikTok dalam komentar video insiden tersebut.
Komentar serupa juga muncul di video lain. “Tidak ada yang berlari untuk mengeceknya,” tulis salah satu komentar teratas.
Penggemar lain menilai Styles perlu lebih berhati-hati, terutama karena cuaca saat konser berlangsung sangat panas.
“Serius atau tidak, dia memang harus hati-hati,” tulis seorang penggemar, sambil menyinggung kondisi cuaca yang “sangat panas”.
Perwakilan Styles belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Saat konser Jumat itu, bagian belakang kaus Styles tampak basah oleh keringat. Pertunjukan tersebut berlangsung ketika Inggris sedang dilanda gelombang panas ekstrem.
Menurut BBC yang mengutip Met Office, badan meteorologi nasional Inggris, rekor hari terpanas pada Juni di Inggris pecah selama tiga hari berturut-turut.
Suhu di Suffolk pada Jumat mencapai 37,3 derajat Celsius atau lebih dari 99 derajat Fahrenheit. Angka itu melampaui rekor yang telah bertahan selama 50 tahun. Sementara di London, suhu dilaporkan mencapai 97 derajat Fahrenheit atau sekitar 36 derajat Celsius.
Hingga Sabtu, peringatan panas ekstrem dari Met Office masih berlaku di sebagian wilayah timur dan tenggara Inggris. Otoritas memperingatkan kelompok rentan berisiko mengalami dampak kesehatan akibat suhu ekstrem.
Met Office juga menyebut masyarakat umum berpotensi mengalami dampak kesehatan seperti kulit terbakar, kelelahan karena panas, dehidrasi, mual, kelelahan, hingga penyakit lain yang berkaitan dengan cuaca panas.
Konser Wembley menjadi salah satu rangkaian konser global Together, Together yang digelar Styles untuk mendukung album ketiganya, Kiss All the Time. Disco, Occasionally.
Setelah menyelesaikan konser terakhir di London pada, Sabtu (4/7/2026), Styles dijadwalkan melanjutkan pertunjukan ke São Paulo, Brasil, dan Mexico City, sebelum tampil dalam 30 konser di Madison Square Garden, New York City. Rangkaian residensi global itu kemudian akan ditutup di Australia. (bil/iss)




