Ribuan warga tumplek blek di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dalam rangkaian kegiatan malam puncak HUT Ke-499 Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Mereka merayakan ulang tahun kota berpenduduk 10,72 juta jiwa (menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2025) dengan suguhan atraksi video mapping dan hiburan dari sejumlah musisi ternama di panggung utama yang terletak di sisi barat laut, tepatnya di depan Hotel Grand Hyatt. Tribune VIP yang disediakan untuk Gubernur Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, serta jajaran pejabat di lingkup Provinsi Jakarta berada tepat di seberang panggung.
Kawasan Bundaran HI yang membentang sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin ditutup sementara untuk kendaraan dengan pengalihan arus untuk menyambut acara tersebut mulai pukul 15.30 hingga 22.00 WIB. Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyediakan 21 titik kantong parkir bagi masyarakat yang membawa kendaraan pribadi untuk memeriahkan acara tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan transportasi umum.
Masyarakat bisa memanfaatkan tarif khusus layanan angkutan umum sebesar Rp 1 untuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Selain itu, tarif Rp 0 diberlakukan untuk layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares, serta layanan gratis bagi masyarakat tertentu.
Sejak sore, lalu lintas menuju kawasan ini telah kosong, termasuk untuk angkutan umum Transjakarta mulai pukul 15.00 WIB. Bus Transjakarta dari arah Blok M menuju Bundaran HI berhenti terakhir di Halte Senayan Bank Jakarta pada koridor jalur yang melewati ruas Jalan Sudirman-Thamrin dan dialihkan melalui koridor lain. Adapun pemberhentian terakhir penumpang Transjakarta dari Kota yang ingin menuju ke arah Bundaran HI adalah Halte Monas. Bus Transjakarta juga dialihkan ke koridor lain.
Animo masyarakat cukup tinggi untuk ikut merayakan ulang tahun Jakarta meski sebagian dari mereka yang mengandalkan transportasi umum harus rela berjalan kaki agak jauh dari Monas.
Salah satunya Santi (50), ibu yang datang bersama dua tetangganya dari kawasan Jatinegara Kaum, yang berjalan dari Halte Monas menuju Bundaran HI. Meski lelah berjalan kaki, ia tetap bersemangat berswafoto bersama tetangganya dengan berlatar belakang arus keramaian manusia di depan Hotel Pullman.
Warga berdatangan ke kawasan jantung kota Jakarta itu sejak sekitar pukul 15.00 dan terus bertambah menjelang petang. Sesampainya di lokasi, sebagian memilih menyewa alas dan duduk santai di trotoar sambil menikmati suasana malam.
Keramaian ini juga menjadi incaran para pedagang kaki lima, mulai dari penjual kopi, jajanan, mainan lampu untuk anak-anak, hingga air mineral. Semua untuk meraup rezeki tambahan. Salah satunya Muhammad Yusuf Ramadhan (20), pedagang minuman kekinian yang menjual kopi dan nonkopi. Pemuda asal Paseban ini mengandalkan pengunjung di acara tersebut sejak pukul 14.00. Ia optimistis target 150 gelas per hari akan tercapai sebelum kegiatan selesai.
Guna memperlancar acara, kegiatan pembangunan proyek MRT yang berada di atas permukaan tanah juga berhenti. Alat berat, yang biasanya bergerak di dalam pagar proyek siang dan malam, terlihat tidak bergerak, sementara arus pejalan kaki memadati jalan.
Memasuki malam, aneka hiasan panel monitor LCD turut menerangi trotoar jalan. Sementara sebuah monitor besar interaktif dengan pengunjung melalui kode QR yang menayangkan kartun gim kawasan Bundaran HI lengkap pesan-pesan warga yang namanya tercantum cukup menyedot perhatian mereka. Nama orang dan pesannya turut berjalan mengitari Bundaran HI dalam tayangan kartun di monitor tersebut.
Meski acara hiburan utama dari jajaran musisi belum mencapai puncak, sebagian pengunjung yang menggunakan transportasi umum memilih pulang terlebih dahulu karena merasa sudah cukup menikmati suasana. Mereka khawatir ketinggalan transportasi yang harus menyambung dengan moda lainnya seperti kereta Commuter Line atau bus Transjakarta.
Seperti Amirullah (35), warga Depok, calon penumpang MRT ke Stasiun Lebak Bulus, yang ditemui saat mengantre masuk ke Stasiun MRT Bundaran HI. Pria yang mengajak istri dan lima anaknya ini sudah mengantre 30 menit dan belum juga sampai ke pintu masuk eskalator turun ke stasiun tersebut. Absennya bus Transjakarta menuju kawasan Bundaran HI membuat warga hanya dapat mengandalkan moda transportasi MRT untuk menjangkau titik terdekat menuju atau bertolak dari acara dan menimbulkan antrean panjang.
Semakin malam, jumlah warga yang berdatangan terus bertambah. Pemandangan Jalan MH Thamrin dari Sarinah ke Bundaran HI terlihat seperti saat berlangsung kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), di mana pejalan kaki bebas berjalan di jalan aspal tanpa ada kendaraan yang lewat. Mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan langsung musisi idola menghibur secara gratis di panggung utama selain aksi lampu dan video mapping yang disuguhkan penyelenggara.
Seperti kerumunan orang pada umumnya, kemungkinan adanya korban karena kepadatan hampir selalu terjadi, seperti tiga perempuan yang dirawat di tenda Pos Kesehatan I berlokasi di dekat Pos Polisi Bundaran HI. Menurut petugas Dinas Kesehatan, mereka hampir pingsan karena kekurangan oksigen dan mengalami dehidrasi lalu dievakuasi petugas BPBD dan satpol PP dari kerumunan. Pos ini adalah satu dari tiga pos kesehatan yang disiagakan selama pelaksanaan malam puncak HUT Jakarta.
Selain itu, kasus anak yang terpisah dari orangtua juga jamak terjadi di keramaian. Di antara jeda aksi panggung musisi, MC mengumumkan anak hilang bernama Artifa berusia sembilan tahun, putri dari Ibu Sumiati yang mengaku berasal dari Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Saat yang ditunggu-tunggu tiba, para musisi kenamaan bergiliran membawakan lagu demi lagu. Artis-artis itu adalah Pasming Based, Skarbu, Sania, Mollucan Soul, Cici Paramida, Adrian Khalif, Mahalini, dan Padi Reborn. Pengunjung sontak bereaksi saat artis yang mereka idolakan pentas di panggung yang membelakangi Tugu Selamat Datang. Warga hanyut menikmati momen itu dengan bernyanyi bersama, memotret, dan merekam.
Aksi vokalis Padi Reborn, Fadly, ditayangkan melalui monitor di kawasan Bundaran HI.
Pengunjung merekam saat artis yang mereka idolakan pentas di panggung.
Aksi para musisi saat Malam {Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat,
Saat hiburan musik berlangsung, mobil Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang disiagakan di depan pos polisi Bundaran HI berubah menjadi tribune mini bagi penonton anak-anak. Dua petugas Gulkarmat siaga mengawasi di atas mobil itu.
Sementara di bawah, orang-orang dewasa yang memenuhi sekeliling Bundaran HI mengikuti koor bersama bersama Fadly, vokalis Padi Reborn, saat membawakan tembang-tembang andalannya, seperti ”Semua Tak Sama”, ”Mahadewi”, dan ”Kasih Tak Sampai”. Kamera-kamera dari ponsel warga seakan tak ingin melewatkan merekam momen itu. Aksi Padi Reborn menutup kemeriahan malam itu diiringi warga yang perlahan meninggalkan lokasi.





