Bisnis.com, JAKARTA — Ekosistem teknologi berbasis blockchain, SHOW Token masuk ke Indonesia lewat Mobee dengan target pendanaan senilai US$100 juta.
Sebelum masuk ke Indonesia melalui Mobee, SHOW Token telah lebih dulu diperdagangkan di sejumlah bursa kripto internasional, seperti Toobit dan Bitconomy.
CEO SHOW Token Akshay Melwani mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen karya kreatif. Namun, keterbatasan akses pendanaan dan distribusi masih menjadi tantangan utama bagi para pelaku industri.
"Kami memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pusat talenta kreatif yang membutuhkan akses pendanaan dan sistem distribusi yang lebih efisien. Kami ingin membantu menjembatani kebutuhan tersebut melalui teknologi blockchain," ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (28/6/2026).
Dia melanjutkan ekspansi strategis dengan komitmen pendanaan masif senilai $100 juta ini disiapkan khusus sebagai stimulus untuk menyuntik industri ekonomi kreatif serta memodernisasi ekosistem hiburan di Asia Tenggara.
Saat ini, lanjutnya, pihaknya juga menyatakan tengah mempersiapkan pencatatan di beberapa bursa kripto global lainnya guna memperluas likuiditas dan menjangkau investor internasional.
Baca Juga
- Waspada! Kejahatan Siber Industri Blockchain Didominasi Manipulasi Pengguna
- Teknologi Blockchain untuk Lacak Emisi Rantai Pasok, Lebih Akurat Meski Berbiaya
- Indonesia-Hong Kong Perkuat Kolaborasi Aset Kripto dan Industri Blockchain
Di sisi bisnis, SHOW mulai merealisasikan komitmen investasinya ke industri film. Pada Juni 2026, perusahaan terlibat sebagai Executive Producer dalam film horor berjudul Cerita Lila bersama MVP Pictures. Film tersebut diklaim berhasil menarik sekitar 500.000 penonton pada pekan pertama penayangannya.
Kolaborasi tersebut, kata dia, akan berlanjut melalui produksi film Sihir Tanah Kubur pada Juli 2026, disusul target pendanaan lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini.
"Langkah awal yang sukses ini akan diteruskan melalui target pendanaan produksi untuk lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini," lanjutnya
Sejumlah rumah produksi yang telah bekerja sama antara lain MVP Pictures, A&Z Production, serta beberapa studio lokal dan internasional.
Sementara itu, sejumlah film unggulan seperti Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.
SHOW Token dibangun di atas jaringan Ethereum ERC-20 dengan total pasokan terbatas sebanyak 100 juta token. Menurut perusahaan, struktur tokenomik tersebut dirancang untuk menjaga kelangkaan aset sekaligus mendukung stabilitas ekosistem.
Selain mendukung pendanaan film, SHOW menawarkan sejumlah manfaat bagi pemegang token, seperti kesempatan berpartisipasi sebagai pendukung proyek film (decentralized executive producing), akses eksklusif di balik layar produksi, undangan gala premiere, tiket gratis, hingga potensi memperoleh pembagian insentif berbasis pendapatan proyek sesuai mekanisme yang ditetapkan platform.
Chief Operating Officer (COO) SHOW, Joshua Khubani, mengatakan investasi senilai US$100 juta bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan upaya membangun infrastruktur baru bagi ekonomi kreatif digital di Asia Tenggara.
"Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien," terangnya.
Dia berharap ke depannya mampu menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi film, dan komunitas teknologi untuk bersama-sama mengawal pemanfaatan blockchain dan AI.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual kripto. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





