Hong Myung-bo Resmi Mundur Usai Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri hanya sehari setelah langkah Taegeuk Warriors di Piala Dunia dipastikan terhenti pada babak penyisihan grup.

Keputusan tersebut diumumkan Hong dalam konferensi pers di Guadalajara, Meksiko, Minggu (29/6/2026) pagi waktu setempat.

Pengunduran dirinya terjadi di tengah derasnya kritik terhadap performa tim, termasuk kecaman langsung dari Presiden Korea Selatan yang menyebut sang pelatih tidak mampu memenuhi harapan publik dan meminta evaluasi menyeluruh terhadap program tim nasional.

Korea Selatan mengakhiri persaingan di Grup A dengan koleksi satu kemenangan dan dua kekalahan, sehingga finis di peringkat ketiga. Meski sempat berharap lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, peluang tersebut sirna setelah hasil pertandingan dari grup lain tidak berpihak kepada mereka.

Dalam pernyataan yang telah dipersiapkan sebelumnya, Hong menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung sepak bola Korea Selatan sebelum mengumumkan keputusan mundur dari jabatannya.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional kami. Hari ini saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan,” ujar Hong.

Ia menegaskan bahwa menerima jabatan sebagai pelatih tim nasional bukanlah keputusan yang mudah. Namun sejak awal, dirinya hanya berfokus menjalankan tanggung jawab yang diberikan tanpa mencari alasan ataupun pembenaran.

“Selama dua tahun terakhir saya terus bertanya kepada diri sendiri, ‘Apakah ini keputusan yang tepat untuk sepak bola Korea?’ Pertanyaan itu selalu menjadi dasar dalam setiap keputusan, mulai dari memilih pemain, menyusun program latihan hingga memimpin pertandingan,” katanya.

Hong mengakui tidak semua keputusan yang diambilnya berakhir dengan hasil yang diharapkan. Meski demikian, ia memastikan seluruh kebijakan yang dibuat didasarkan pada keyakinannya demi kepentingan terbaik bagi sepak bola Korea Selatan.

Kegagalan di Piala Dunia kali ini menjadi kemunduran dibandingkan edisi 2022. Saat itu Korea Selatan berhasil lolos dari fase grup setelah meraih kemenangan dramatis atas Portugal pada laga terakhir, sebelum akhirnya tersingkir di babak 16 besar usai kalah 1-4 dari Brasil.

Sebaliknya, pada turnamen kali ini Korea Selatan mengawali kompetisi dengan kemenangan atas Republik Ceko. Namun performa mereka menurun setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan, yang membuat langkah mereka terhenti lebih awal.

Hong menilai posisi pelatih kepala merupakan jabatan yang menuntut tanggung jawab penuh atas hasil yang diraih tim.

“Saya percaya posisi pelatih kepala memiliki tanggung jawab yang sangat besar sehingga tidak memerlukan penjelasan ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Karena itu saya berdiri di sini bukan untuk memberikan alasan, melainkan untuk bertanggung jawab. Kami gagal memenuhi ekspektasi masyarakat Korea di Piala Dunia, dan seluruh tanggung jawab itu ada pada saya,” ucapnya.

Ini menjadi kali kedua Hong Myung-bo mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan setelah kegagalan di Piala Dunia. Sebelumnya, ia juga memilih mundur usai membawa Korea Selatan mencatat salah satu penampilan terburuk mereka pada Piala Dunia 2014. (faw/ted)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM: Gebyar SAPA Sekolah kuatkan edukasi dan budaya keamanan pangan
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Menkeu Sebut Cadangan Devisa Jadi Penyangga Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Istana Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Meriahkan HUT Ke-81 RI
• 4 jam laludetik.com
thumb
Alasan DJ Una Bersedia Terima Lamaran Andi Agum Djollo
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Pastikan Cicilan Rumah Subsidi Tak Berubah Meski BI Rate Naik
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.