Kisah penyelamatan dramatis kembali terjadi di Venezuela. Seorang ayah dan anak laki-lakinya, yang berusia remaja, berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup setelah hampir empat hari tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa kembar dahsyat.
Pasangan ayah dan anak itu, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (29/6/2026), berhasil diselamatkan pada Minggu (28/6), setelah tim penyelamat dari Amerika Serikat (AS) dan Prancis mampu mengevakuasi keduanya dalam keadaan hidup dari tumpukan puing di Caraballeda, kota pesisir yang hancur akibat gempa.
Keduanya, yang tampak sangat terguncang dan kelelahan, dievakuasi menggunakan tandu darurat dari kain ke ambulans yang bersiaga, untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Wartawan AFP di lapangan menyaksikan langsung proses evakuasi yang dramatis tersebut.
Remaja laki-laki, yang tidak disebut usianya, dievakuasi terlebih dahulu. Dia ditemukan dalam kondisi tubuh dipenuhi debu, dengan luka berdarah di lutut kanan dan perban pada tangan kanannya.
Ayahnya, yang juga tidak diketahui usianya, dievakuasi selanjutnya, dengan kondisi yang tidak jauh berbeda dan hanya mengenakan selembar kain. Sebuah perangkat medis terlihat terpasang pada tubuhnya.
Penyelamatan keduanya dilakukan setelah upaya keras selama 12 jam oleh tim penyelamat yang menyisir reruntuhan bangunan menggunakan kamera-kamera pencari khusus, serta bekerja dengan hati-hati di tengah tumpukan puing yang tidak stabil demi menjangkau para korban yang terjebak.
"Kondisi mereka sangat lemah, seperti halnya siapa pun yang terjebak di bawah reruntuhan selama empat hari, jadi kami berupaya semaksimal mungkin untuk menghidrasi mereka dan memberikan berbagai obat-obatan selama proses evakuasi, yang berjalan sangat lambat ini," tutur salah satu anggota tim penyelamat dari Keamanan Sipil Prancis.
(nvc/dhn)





