HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menambah deretan guru besar. Sebanyak tiga akademisi resmi dikukuhkan sebagai profesor dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Senin (29/6/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas akademik kampus, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam di berbagai bidang.
Ketiga guru besar yang dikukuhkan berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, mulai dari sejarah peradilan Islam, pemikiran hukum Islam, hingga teologi Islam minoritas.
Adapun tiga akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. St. Halimang, M.H.I. sebagai Guru Besar dalam Rumpun Ilmu/Kepakaran Sejarah Peradilan Islam, Prof. Dr. Azman, M.Ag. sebagai Guru Besar dalam Rumpun Ilmu/Kepakaran Pemikiran Hukum Islam, serta Prof. Dr. Hj. Nurlaelah Abbas, Lc., M.A. sebagai Guru Besar dalam Rumpun Ilmu/Kepakaran Teologi Islam Minoritas.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga besar para guru besar, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan.
Dengan bertambahnya tiga profesor baru tersebut, UIN Alauddin Makassar semakin memperkuat perannya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketiga profesor diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam menjawab tantangan masyarakat yang semakin kompleks.
Kepakaran yang dimiliki diharapkan melahirkan berbagai gagasan akademik yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan maupun pengembangan studi keislaman di Indonesia.
Pengukuhan guru besar juga menjadi bagian dari komitmen UIN Alauddin Makassar dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Selain memperkuat reputasi akademik institusi, kehadiran para profesor baru diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, publikasi ilmiah bereputasi, serta kolaborasi riset di tingkat nasional maupun internasional.
Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dimulai pukul 08.30 Wita hingga selesai di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar.
Momentum tersebut menjadi penegasan atas dedikasi dan perjalanan panjang para akademisi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus mengabdi kepada dunia pendidikan tinggi.





