Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM, Ketum TP Posyandu Kasih Apresiasi

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Atambua, VIVA – Ketua Umum Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tri Tito Karnavian mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Belu yang mulai meregistrasi Posyandu sebagai bagian dari implementasi transformasi Posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, registrasi menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Apresiasi tersebut disampaikan Tri Tito saat menghadiri Temu Kader dan Pelayanan Posyandu 6 Bidang SPM di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/6/2026).

Baca Juga :
Mendagri Ungkap Atambua Miliki Jejak Sejarah, Jadi Penghubung Australia dan Eropa pada Awal Era Penerbangan
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Dalam kesempatan itu, Tri Tito menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah meregistrasi 35 Posyandu. Ia mengatakan, registrasi tidak hanya menjadi pendataan administratif, tetapi juga menandai kesiapan Posyandu dalam menyelenggarakan pelayanan enam bidang SPM.

“[Saya] mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Ketua Pembina [Posyandu] Kabupaten Belu yang hari ini sudah meregistrasi sebanyak 35 Posyandu ke pusat. Karena dengan adanya registrasi ini, sehingga membuat Posyandu tersebut sah menjadi Posyandu yang melayani enam [bidang] SPM,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini Posyandu lebih dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Padahal, melalui transformasi Posyandu, layanan tersebut kini diperluas sehingga mencakup enam bidang pelayanan dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Sebagai contoh, pada bidang pendidikan, Tri Tito menilai pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu terus diperkuat karena menjadi fondasi pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak sejak dini.

“Kalau dulu hanya [wajib belajar] sembilan tahun, sekarang menjadi 13 tahun karena ditambah pendidikan PAUD… Mereka [perlu] diberikan ruang untuk bisa bermain [dan] bersosialisasi sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penyediaan sanitasi yang layak sebagai bagian dari pelayanan pekerjaan umum. Menurutnya, kualitas sanitasi yang baik berpengaruh terhadap kesehatan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Tri Tito menambahkan, Posyandu juga dapat berperan sebagai pusat pendataan kebutuhan masyarakat. Dengan data yang akurat, berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial maupun perumahan layak huni, dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :
Bank Indonesia Gelar Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, Simak Tujuan Besarnya
Ketum TP Posyandu Ungkap Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Dukung Kelor NTT Jadi Komoditas Unggulan Bernilai Gizi dan Ekonomi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Pelosok Papua, Warga Terpaksa Berkejaran dengan Maut
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Ketua MPR Dorong Kerja Sama Wisata Religi dan Industri Halal RI-Uzbekistan
• 35 menit laludetik.com
thumb
PMI Korban TPPO di Libya Minta Dipulangkan, Kemenlu Angkat Bicara
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Telkomsel, XLSmart, Indosat Berebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: Perkuat 5G
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Eddy Soeparno Ajak Bloomberg NEF Gaungkan Potensi EBT Indonesia
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.