Pendapatan MDKA Kuartal I 2026 Tembus Rp 11 Triliun, Laba Melonjak 47 Kali

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Emiten terafiliasi pengusaha nasional Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I 2026. Pendapatan perseroan meningkat seiring kenaikan aktivitas operasional, sementara laba bersih berhasil melonjak drastia dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026, MDKA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 620,28 juta (setara Rp 11 triliun pada asumsi kurs Rp17.884,9 per dolar AS) atau naik 23,5% YoY dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar US$ 502,17 juta. Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba kotor perseroan menjadi US$ 217,59 juta, jauh meningkat dari US$ 57,69 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kinerja pendapatan pada kuartal I 2026 terutama ditopang oleh proyek nikel yang menyumbang pendapatan eksternal sebesar US$ 454,18 juta (sekitar 73% dari total pendapatan perseroan sebesar US$ 620,28 juta)," ungkap laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/6). 

Dari sisi profitabilitas, MDKA membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 120,15 juta pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini melonjak sekitar 47 kali lipat dibandingkan kuartal I 2025 yang hanya sebesar US$ 2,51 juta. Kenaikan tersebut menunjukkan perbaikan kinerja operasional setelah perseroan sebelumnya mencatat tekanan profit pada periode yang sama tahun lalu. 

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 57,46 juta, berbalik dari rugi US$ 3,74 juta pada kuartal I 2025. Sementara laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali mencapai US$ 62,70 juta, meningkat dibandingkan US$ 6,24 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan kinerja MDKA juga tercermin dari laba usaha yang naik menjadi US$ 194,46 juta dari sebelumnya US$ 43,43 juta. Perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi US$ 402,69 juta dibandingkan US$ 444,48 juta pada kuartal I 2025, meskipun beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$ 21,63 juta dari US$ 13,09 juta. 

Namun, beban keuangan bersih MDKA masih mengalami kenaikan menjadi US$ 38,11 juta dari US$ 32,70 juta. Selain itu, perseroan mencatat beban lain-lain bersih sebesar US$ 12,01 juta, meningkat dibandingkan US$ 2,80 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski terdapat tekanan dari sisi biaya pendanaan dan pos lainnya, pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin mampu menopang kenaikan laba bersih.

Dari sisi arus kas, MDKA mencatatkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar US$ 156,82 juta pada kuartal I 2026. Angka tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan US$ 55,16 juta pada kuartal I 2025. Perseroan menerima kas dari pelanggan sebesar US$ 658,14 juta sepanjang periode tersebut. 

Untuk aktivitas investasi, MDKA mengeluarkan kas bersih sebesar US$ 110,62 juta, terutama untuk perolehan aset tetap sebesar US$ 51,84 juta, penambahan uang muka investasi US$ 33,98 juta, serta investasi dan pengembangan aset terkait pertambangan. Pada sisi pendanaan, perseroan mencatat arus kas masuk bersih sebesar US$ 144,86 juta, didukung penerimaan pinjaman bank sebesar US$ 265 juta. 

Sejalan dengan peningkatan arus kas, posisi kas dan bank MDKA pada akhir Maret 2026 mencapai US$ 544,78 juta, meningkat dibandingkan posisi awal tahun sebesar US$ 354,78 juta. Total aset perseroan juga meningkat menjadi US$ 6,03 miliar dari US$ 5,71 miliar pada akhir Desember 2025. 

Dari sisi neraca, total liabilitas MDKA tercatat sebesar US$ 2,97 miliar, naik dari US$ 2,78 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi US$ 3,05 miliar dari US$ 2,92 miliar. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$851,88 juta. 

Manajemen MDKA menyatakan, kinerja operasional perseroan terus didukung oleh pengembangan berbagai aset pertambangan dan industri mineral melalui sejumlah entitas anak. Perseroan memiliki kegiatan operasional di sejumlah wilayah, termasuk Banyuwangi, Pulau Wetar, Gorontalo, Konawe, dan Morowali. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocah 4 Tahun Tewas di Lubang Proyek, Pram: Silakan Jika Keluarga Ingin Menuntut
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kendaraan Taktis Pembawa Sudewa Tertahan 1,5 Jam di Pengadilan Tipikor Semarang Akibat Hadangan Massa
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Rekomendasi Komnas HAM: Proses Hukum Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Erajaya (ERAA) Tetapkan Dividen Rp389,6 Miliar, Setara Rp25 per Saham
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Konflik Iran-AS Memanas, Airlangga: APBN Aman Asal Harga Minyak di Bawah US$100
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.