PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat penurunan kinerja pada awal tahun dengan mencatat penurunan laba bersih sekitar 9 persen.
IDXChannel - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat penurunan kinerja pada awal tahun. Raksasa properti bagian dari Sinarmas Land yang dikenal sebagai pengembang BSD City itu mencatat koreksi, baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Dalam laporan keuangan auditan yang diterbitkan Senin (29/6/2026), pendapatan usaha BSDE turun 12,2 persen menjadi Rp2,37 triliun. Koreksi pada pendapatan BSDE tercermin dari penurunan penjualan properti sebesar 18 persen menjadi Rp1,89 triliun. Untuk segmen pendapatan berulang (recurring income) seperti sewa naik 21 persen menjadi Rp283 miliar dan pendapatan dari pengelolaan gedung naik 5 persen menjadi Rp99 miliar.
Kendati penjualan turun secara keseluruhan, BSDE menerapkan disiplin biaya yang membuat beban pokok penjualan turun signifikan sekitar 21 persen menjadi Rp789 miliar. Alhasil, penurunan laba kotor berhasil ditekan menjadi Rp1,58 triliun.
Profitabilitas BSDE tertekan akibat penurunan penjualan. Di samping laba kotor yang turun 7 persen, laba sebelum pajak juga melemah 15 persen menjadi Rp283 miliar di kuartal I-2026.
Di periode yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terkoreksi 9 persen menjadi Rp277,6 miliar dari kuartal I-2025 yang sebesar Rp306 miliar.
Di tengah penurunan kinerja secara akuntansi, arus kas BSDE masih solid dengan penerimaan kas dari pelanggan melesat 20 persen menjadi Rp2,74 triliun. Kenaikan penerimaan ini dimanfaatkan perseroan untuk menambah cadangan lahan (landbank). Pada kuartal I-2026, perseroan melakukan pembayaran untuk pembelian lahan sebesar Rp1,45 triliun, naik 143 persen secara tahunan.
Dengan begitu, arus dari aktivitas operasional negatif Rp654 miliar. Perseroan juga melakukan penarikan utang bank sebesar Rp2,73 triliun untuk mengamankan likuiditas.
Posisi keuangan BSDE sangat kuat dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp9,76 triliun, seiring konsistensi untuk memperkuat modal dari laba bersih setiap tahun. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi BSDE untuk mengembangkan usaha, baik secara organik maupun nonorganik.
Pada 2024, BSDE melakukan akuisisi terhadap PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang memiliki proyek Royal Tajur dan Rancamaya di Bogor, Jawa Barat. Nilai investasi itu mencapai Rp2,33 triliun untuk mengambil alih 91,99 persen saham SMDM.
BSDE juga memiliki liabilitas yang cukup tinggi sebesar Rp27,3 triliun dengan utang bank jangka panjang Rp14,3 triliun dan obligasi Rp3,1 triliun. Pada kuartal I-2026, perseroan membayar beban keuangan sebesar Rp403,7 miliar.
Sementara ekuitas perseroan mencapai Rp44,35 triliun. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp33,9 triliun, mencerminkan struktur permodalan perseroan yang kuat.
(Rahmat Fiansyah)





