Waka DPR: Stimulus Rp 26,34 T Jadi Bantalan Ekonomi, Potensi Serap Tenaga Kerja

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp 26,34 triliun yang diluncurkan pemerintah. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bantalan bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama kelompok rentan serta UMKM, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Ketika ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, Pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif melalui paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada semester II tahun 2026 ini,” kata Cucun dalam keterangannya (29/6).

“Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat mengatasi tekanan eksternal yang berpotensi menggerus konsumsi domestik, memperlambat investasi, serta mengganggu target pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.

Paket stimulus senilai Rp 26,34 triliun mencakup berbagai insentif, mulai dari diskon tarif transportasi hingga 30% saat libur sekolah dan akhir tahun, bantuan stabilitas pangan, subsidi kedelai, insentif impor LPG dan bahan baku plastik, program magang nasional, pelatihan vokasi, hingga keringanan pajak bagi penulis.

“Kebijakan tersebut menunjukkan upaya Pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan bantalan bagi rakyat, terutama kelompok rentan dan bagi sektor usaha yang terdampak gejolak global, termasuk UMKM,” jelas Cucun.

“Tentunya kebijakan ini perlu diapresiasi semua pihak karena stimulus ini mampu memberikan sentimen positif di berbagai sektor dan menjadi upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” sambungnya.

Cucun menilai stimulus tersebut penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2026 menyumbang 54,36% terhadap PDB dan tumbuh 5,52% secara tahunan, menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61%.

Karena itu, ia menilai bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan berupa beras 10 kilogram dengan anggaran sekitar Rp 17,54 triliun akan membantu menjaga konsumsi masyarakat.

“Bantuan stabilitas pangan dalam paket stimulus tersebut juga menjadi sebuah kepastian bahwa masyarakat rentan tetap terjaga meski harga pangan mengalami kenaikan akibat persoalan geopolitik global,” tutur Cucun.

Selain bantuan pangan, Cucun juga menilai subsidi kedelai merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha pengrajin tahu dan tempe sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan.

“Subsidi kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe memiliki dimensi strategi karena tahu dan tempe bukan hanya sekadar komoditas ekonomi, melainkan sumber protein utama bagi jutaan keluarga Indonesia,” sebut Waketum PKB itu.

“Ketika harga kedelai melonjak akibat gejolak pasar global, intervensi Pemerintah menjadi penting untuk mencegah lonjakan harga pangan di tingkat konsumen, dalam hal ini adalah masyarakat luas,” imbuh Cucun.

Menurutnya, diskon tarif kereta api, kapal laut, dan pesawat selama masa libur sekolah hingga Natal dan Tahun Baru juga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Langkah ini menunjukkan Pemerintah berusaha menciptakan stimulus yang langsung menyentuh masyarakat sekaligus menghasilkan multiplier effect bagi sektor-sektor ekonomi terkait. Terutama UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang sangat erat dengan sektor pariwisata,” paparnya.

Cucun juga menaruh perhatian pada program MagangHub bagi 150 ribu lulusan perguruan tinggi dengan anggaran Rp 4,14 triliun serta pelatihan vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan anggaran Rp 2,12 triliun. Menurutnya, program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Stimulus itu menjadi contoh kebijakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terkena tekanan ekonomi global, sekaligus membuka kesempatan lebih bagi penerima manfaat untuk memperoleh pekerjaan,” terang Cucun.

Ia turut mengapresiasi insentif PPh final royalti bagi penulis yang diturunkan menjadi 1,5% dari sebelumnya 5-35%.

“Kebijakan tersebut dapat dibaca sebagai bentuk pengakuan Negara terhadap ekonomi kreatif dan industri pengetahuan yang selama ini sering terpinggirkan dalam desain kebijakan fiskal,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas bea masuk nol persen untuk bahan baku plastik, penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat, serta insentif impor LPG bagi industri petrokimia. Menurut Cucun, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam menjaga daya saing industri nasional.

“Meski ada potensi kehilangan pendapatan negara, Pemerintah berani mengambil risiko demi menopang pertumbuhan ekonomi. Ini merupakan sebuah terobosan,” tegas Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu.

Meski mengapresiasi paket stimulus tersebut, Cucun mengingatkan agar implementasinya berjalan efektif, mulai dari ketepatan sasaran penerima manfaat hingga penyaluran program sesuai jadwal.

“Mulai dari akurasi data penerima manfaat agar tepat sasaran, sampai pelaksanaan penyaluran bantuan atau pelaksanaan insentif agar sesuai timeline. Ini menjadi tanggung jawab kementerian/lembaga pelaksana masing-masing program,” sebut Cucun.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR, ia meminta kementerian dan lembaga memastikan data penerima bantuan beras menggunakan basis data tunggal yang mutakhir serta membuka laporan realisasi penyaluran secara berkala.

“Agar publik dapat menilai apakah anggaran Rp 26,34 triliun ini benar-benar sampai ke kelompok sasaran,” jelasnya.

Cucun optimistis paket stimulus ekonomi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

“Dengan kebijakan ini, daya beli masyarakat dapat terjaga, biaya produksi untuk industri menurun, dan paket stimulus berpotensi menambah penyerapan tenaga kerja,” kata Cucun.

“Stimulus ekonomi dari Pemerintah juga bisa meredam gejolak inflasi akibat ketidakpastian global dan kenaikan harga berbagai komoditas. Tentu ini menjadi angin segar bagi ekonomi rakyat dan perekonomian negara,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Lulusan Pesantren Jawa Barat Dilepas ke China hingga Rusia
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dibuka Menguat Awal Pekan, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Investasi Belum Merata, Pekerja Formal Priangan Timur Masih Tertinggal
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Sinergi Tiga Lembaga, Satu Misi: Bank Indonesia, Pemprov Jatim, dan OJK Bersatu Dorong Investasi Berkelanjutan
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Truk Tabrak Motor Tewaskan 1 Orang di Bekasi, Polisi: Diduga Rem Blong
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.