Davina Karamoy Nangis saat Baca Naskah Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Aktris Davina Karamoy terlibat dalam film berjudul ‘Andai Waktu Bisa Diulang Kembali. Davina mengaku sudah tertarik dengan cerita di film itu saat pertama kali ditawarkan.

Davina Karamoy mengungkapkan bahwa dirinyaa tak bisa menahan air mata saat pertama kali membaca naskah film arahan sutradara M. Amrul Ummami tersebut. Menurut Davina, cerita dalam film tersebut memang sangat menyentuh dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Momen haru itu bahkan juga dirasakan hampir seluruh pemain dalam sesi reading.‎ Oleh karena itu, proses reading yang dijalani para pemain terasa amat emosional.

‎"Waktu awal-awal kita reading satu full skenario sama para pemain, itu kita mostly pada nangis," ungkap Davina di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur.

‎‎"Skripnya itu sudah dibuat sangat sedih, sedemikian mungkin membuat kita jadi kayak, 'sedih banget, nih'. Jadi dari aku membaca skenario aja udah kayak, ini heartfelt banget dan punya hikmah yang sangat baik," tambahnya.

Davina mengatakan bahwa film tersebut menjadi salah satu proyek yang amat berkesan. Selain naskahnya yang menyentuh, Davina mengaku banyak mengambil pelajaran dari karakternya di film tersebut.

Secara keseluruhan, film tersebut mengajarkannya soal bagaiman mengambil kjeputusan dengan cepat. Namun tetap mempertimbangkannya dengan matang.

‎‎"Aku belajar, jangan mengambil keputusan secepat itu kalau akhirnya malah menghilangkan jati diri kita sendiri. Film ini adalah pengingat agar kita berpikir dua kali, agar tidak terjadi penyesalan yang membuat kita berucap, 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'," tutupnya.‎‎

Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali bercerita tentang Dinar (Davina Karamoy) hanya memiliki sang ibu, Mama Endang (Vonny Anggraini), yang diam-diam menyembunyikan utang keluarga dan penyakit kanker demi kebahagiaan putrinya.‎

‎Hidup Dinar berubah setelah bertemu Faiz (Farhan Rasyid), tetapi setelahny ia dihadapkan pada masalah keuangan dan biaya pengobatan ibunya hingga harus memilih antara berjuang sendiri atau menerima tawaran Firman (Bismo Satrio) yang meminta bayaran berupa kehormatannya.‎‎

Film garapan FMM Studios dan Langit Pictures ini akan tayang di seluruh bioskop pada 30 Juli 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Komisi 8 Persen Hanya untuk Roda Dua, Asosiasi Pengemudi Ragukan Komitmen Pemerintah
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Wali Kota Makassar Tegaskan Pentingnya Integritas dalam Pengelolaan Dana BOS untuk Cegah Kemiskinan Terstruktur
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Bahlil Pangkas Harga LNG Industri Jadi 13 USD demi Cegah PHK
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Pertamina Optimalkan Panas Bumi, Kamojang Catat Produksi Tertinggi
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kepala BNPP Membantah Isu Dua Desa di Nunukan Masuk Malaysia
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.