Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mendukung dua aktivis buruh, Said Iqbal serta Jumhur Hidayat, yang kini bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Andi Gani menegaskan dirinya akan tetap berada di luar pemerintah untuk bersama-sama memperjuangkan nasib buruh.
"Saya mendukung Bung Iqbal dan Bung Jumhur masuk pemerintahan. Biarkan saya memilih jalan sebagai presiden buruh," kata Andi Gani saat jumpa pers di Kantor DPP KSPSI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
"Keputusan saya untuk tidak mengambil posisi di pemerintahan tidak mengurangi daya tawar buruh. Saya memilih di jalur perjuangan, tidak memilih menjadi pejabat pemerintah, karena saya ingin menjaga langkah perjuangan kaum buruh," lanjutnya.
Diketahui, Jumhur Hidayat menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, sementara Said Iqbal awal bulan lalu dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Andi Gani menceritakan dirinya sempat diminta untuk menjadi Ketua Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional sekitar empat atau lima bulan lalu. Ia menyampaikan terima kasih, namun di sisi lain memiliki komitmen untuk memperjuangkan nasib buruh melalui jalur di luar pemerintah.
"Menolak karena apa? Komitmen saya pada saat 2012 menjadi Presiden KSPSI, selama saya menjadi Presiden KSPSI, saya memang tidak ingin menjadi pejabat pemerintahan. Karena saya ingin berkonsentrasi penuh untuk dapat menjaga napas perjuangan," imbuh dia.
Ia sempat khawatir pilihan berada di luar pemerintah berpengaruh terhadap perjuangannya. Namun ternyata, ia tetap bisa membangun sinergi dengan pemerintah terkait nasib buruh, seperti upaya mitigasi badai pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Kalau pun pilihan saya ini sempat dikhawatirkan akan mengurangi daya juang buruh, ternyata tidak. Toh sekarang kemenangan ini bisa kita lakukan dengan doa dan kerja keras yang luar biasa. Jadi, sekali lagi teman-teman pers, terima kasih atas dukungannya. Ini merupakan hal yang sangat membuat kami terharu dan bahagia," ucap dia.
"Entah susah diucapkan dengan kata yang tepat, tapi terima kasih adalah kata yang pantas kami ucapkan untuk pemerintah, seluruh anggota KSPSI, dan seluruh buruh Indonesia atas dorongan semangat yang tidak putus-putusnya serta doa yang luar biasa. Kita dapat melewati ancaman badai PHK yang sangat mengerikan itu," ujarnya.
(kuf/aik)





