Apa itu metafora? Metafora adalah salah satu gaya bahasa atau majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda secara langsung dengan makna kiasan.
Dalam kehidupan sehari-hari, metafora sering digunakan untuk membuat kalimat menjadi lebih menarik. Bahkan dengan pendekatan metafora, kata bisa menadi lebih kuat, dan memiliki makna yang lebih dalam.
Banyak orang mungkin sering mendengar atau menggunakan ungkapan seperti “dia adalah bintang kelas”, atau “tulang punggung keluarga”, atau “bertangan dingin”. Kalimat-kalimat tersebut bukan berarti seseorang benar-benar menjadi bintang atau tulang punggung secara fisik, melainkan memiliki makna perbandingan.
Baca juga:
Apa Itu Yapping? Istilah Gaul Viral untuk Orang yang Suka Ngomong Tanpa Henti
Lantas, apa sebenarnya metafora? Bagaimana ciri-cirinya, jenis, fungsi, hingga contoh penggunaannya? Yuk simak penjelasannya! Pengertian Metafora Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan menggunakan arti sebenarnya. Metafora menjadi gambaran berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Metafora termasuk dalam kelompok majas perbandingan. Berbeda dengan perbandingan biasa yang menggunakan kata seperti “seperti”, “bagai”, atau “laksana”, metafora menyampaikan perbandingan secara langsung tanpa kata penghubung tersebut.
Contoh: "Rina adalah bunga desa"
Kalimat tersebut tidak berarti Rina benar-benar berupa bunga. Kata “bunga” digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan seseorang yang dianggap cantik atau menarik perhatian di suatu lingkungan. Ciri-ciri Metafora Untuk mengenali sebuah kalimat metafora, terdapat beberapa ciri yang dapat diperhatikan, yaitu: 1. Mengandung perbandingan Metafora membandingkan sesuatu dengan hal lain yang memiliki kesamaan sifat atau karakter.
Contoh: “Dia adalah kutu buku belajar”
Maksudnya bukan seseorang berubah menjadi kutu, tetapi menggambarkan orang yang sangat rajin membaca buku. 2. Menggunakan makna kiasan Kata yang digunakan tidak memiliki arti sebenarnya.
Contoh: “Ia menjadi tangan kanan pimpinan.”
“Tangan kanan” berarti orang kepercayaan, bukan bagian tubuh secara harfiah. 3. Tidak memakai kata pembanding Metafora berbeda dengan majas simile karena tidak menggunakan kata seperti “seperti”, “bagai”, atau “laksana”.
Perbandingan biasa: “Wajahnya seperti bulan.” Jenis-Jenis Metafora Dalam penggunaannya, metafora dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
- Metafora Eksplisit
Contoh: “Anak itu adalah bintang kelas.”
Artinya anak tersebut memiliki prestasi yang menonjol di kelas.
- Metafora Implisit
Baca juga: Jangan Anggap Remeh! Ini Tips Hadapi Soal Bahasa Indonesia Berdasarkan hasil Evaluasi TKA Fungsi Metafora dalam Bahasa Metafora tidak hanya digunakan dalam karya sastra, tetapi juga dalam komunikasi sehari-hari. Beberapa fungsi metafora antara lain: 1. Memperindah Kalimat Metafora membuat bahasa menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Contoh:
“Langit menangis sejak pagi.”
Kalimat tersebut menggunakan gambaran kiasan untuk menggambarkan hujan. 2. Memperkuat Pesan Metafora dapat membuat sebuah pesan terasa lebih kuat. Contoh:
“Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan.”
Maksudnya pendidikan menjadi sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. 3. Menjelaskan Hal Abstrak Konsep yang sulit dijelaskan bisa dibuat lebih mudah dipahami melalui perumpamaan. Contoh:
“Waktu adalah pedang.”
Maknanya, waktu sangat berharga dan harus dimanfaatkan dengan baik.
Itulah penjelasan soal Metafora. Semoga informasi ini membantu yaa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)





