Mau Pengemudi Ojol RI Sejahtera, AHY Punya Usul Begini

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ojek Online (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membicarakan sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dalam transportasi hijau di Indonesia. Termasuk kesejahteraan pengemudi dan aplikator ojek online (ojol).

Dia menjelaskan aspek kesejateraan dan keselamatan para pengemudi diharapkan bisa dikawal terus. Begitu juga dapat meningkatkan penghasilan yang baik. Di sisi lain, AHY mengatakan perlu dipastikan juga perusahaan bisa sehat secara finansial. Karena saat perusahaan sehat maka akan membuat mitra pengemudi juga lebih sejahtera juga.

Baca: AHY Umumkan RI Mulai Era Baru Avtur 'Hijau' di 2027, Ini Bocorannya

"Tadi di ruang tunggu kita berbicara tentang aspek kesejahteraan dan keselamatan dari para mitra, para pengemudi ojol. Mudah-mudahan ini bisa terus kita kawal dan terus bisa meningkatkan penghasilan yang baik, tapi juga harus dipastikan agar perusahaan juga sehat secara finansial. Setuju? Karena kalau perusahaannya sehat, misalnya Grab Indonesia-nya sehat, maka ini juga lebih baik untuk kesejahteraan mitra. Setuju ya?" kata Agus dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026).


"Jadi memang harus seimbang betul antara upaya memajukan, meningkatkan keuntungan perusahaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra ojol Mitra Grab," jelasnya menambahkan.

Dalam pemaparan di acara itu, disebutkan kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan pengemudi terdiri dari penetapan batas maksimal pemotongan komisi ojol menjadi 8%. Selain itu juga penyedia layanan menyediakan skema sewa kendaraan EV untuk menekan kebutuhan biaya modal awal pengemudi.

Sementara untuk aspek keselamatan pengemudi, disebutkan soal penyusunan pedoman keselamatan kebakaran pada instalasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan angkutan transportasi.

AHY juga menjelaskan beberapa kebijakan lain yang dilakukan pemerintah. Misalnya insentif pembelian kendaraan listrik dan insentif pajak penjualan atas barang mewah, yang akan meringankan kepemilikan.

Baca: Pesawat di RI Masih Sering Delay, AHY Buka Suara

Selain itu juga ada insentif pajak kepemilikan yang dapat mengurangi atau pembebasan pajak kendaraan bermotor. Dukungan lainnya adalah untuk pembangunan ekosistem. Pemerintah ingin menarik investor dari dalam dan luar negeri agar bisa membangun industri kendaraan bermotor listrik. SPKLU juga terus ditambah penyebarannya agar industri lebih berkembang.

"Tentu paling banyak masih di Jawa, tetapi ke depan, semakin banyak SPKLU yang didirikan atau dibangun di ruas-ruas jalan, ini akan semakin baik dan akan semakin bisa mengembangkan industri kendaraan listrik secara keseluruhan," dia menjelaskan.


(npb/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cetak SDM Unggul, Komdigi Ajak Kampus Bangun AI Talent Factory

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNI di Jerman Tersengat Gelombang Panas: AC Sold Out hingga Mandi Air Dingin
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Mengubah Sampah Menjadi Berkah
• 18 jam lalukompas.id
thumb
MK Putus 29 Gugatan Hari Ini, Ada UU Pilkada hingga Kesehatan
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Pencarian Lewat Laut dan Udara, Empat Nelayan Hilang di Mimika Belum Ditemukan
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.