REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah DIY mengusulkan agar seluruh jamaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan e-paspor pada penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang. Penggunaan paspor elektronik dinilai mampu mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah selama perjalanan.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyampaikan usulan tersebut tak terlepas dari Yogyakarta yang telah dipercaya menjadi pilot project embarkasi haji berbasis hotel tahun ini. Karenanya, Paku Alam X menilai perlu terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan. Salah satunya dengan mendorong penggunaan e-paspor bagi seluruh jamaah haji asal DIY.
Baca Juga
Magic Show-Mug Painting di Stasiun Yogya Bikin Penumpang Cilik tak Bosan Menanti Kereta
20 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jateng, Momentum Membangun Kesiapsiagaan Warga
Malam 1 Suro di Yogyakarta, Tradisi Mubeng Beteng Tahun Ini Diawali Wayang Gedhog Langka
"Saya berterima kasih karena DIY mendapat kesempatan menjadi pilot project (pelaksanaan embarkasi berbasis hotel). Namun ke depan, saya berharap semakin banyak inovasi dalam pelayanan haji di DIY, misalnya kalau bisa jamaah haji DIY bisa seragam pakai e-paspor," ungkapnya saat menerima rombongan Kementerian Haji dan Umrah DIY di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Paku Alam X menjelaskan, e-paspor memiliki sejumlah keuntungan dibanding paspor biasa. Salah satunya adalah mempercepat proses pemeriksaan imigrasi, baik saat keberangkatan dari Indonesia maupun ketika tiba di Arab Saudi. Dengan proses yang lebih cepat, antrean dapat dipersingkat sehingga jamaah, khususnya lanjut usia, tidak terlalu lama menunggu. .rec-desc {padding: 7px !important;} Menurutnya, penggunaan e-paspor juga akan memudahkan petugas dalam memberikan pelayanan karena data perjalanan telah tersimpan secara elektronik dan lebih mudah diverifikasi. "Karenanya saya meminta tolong untuk bisa menciptakan metodologi yang tujuannya memberikan kemudahan pelaksanaan. Saya kira, hal ini dapat dilakukan meski memang tidak ada instruksi dari pusat. Justru dari DIY bisa jadi pelopor, demi kemudahan petugas dan kenyamanan jamaah," ujarnya.