Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen, Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen, Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran inflasi.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi.

Baca Juga:
IHSG Masih Rawan Koreksi hingga 5.723, Saham BRIS-SUPA Bisa Dicermati

Harga emas spot turun 1,75 persen menjadi USD4.016,96 per troy ons, setelah sebelumnya sempat merosot lebih dari 2 persen dan menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan pada pekan lalu.

“Pasar sangat memperhatikan berita utama dari Timur Tengah, dengan meningkatnya ketegangan pada akhir pekan dan pasar masih menyesuaikan diri terhadap sikap Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish,” kata Wakil Presiden sekaligus Strategis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, dikutip Reuters.

Baca Juga:
BWPT Kantongi Restu Kuasi Reorganisasi, Bakal Hapus Saldo Defisit

Pada Minggu (28/6), Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan kepemimpinan Iran jika negara tersebut tidak mematuhi ketentuan dalam kesepakatan damai final.

Serangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent.

Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai saat terjadi ketidakpastian, kenaikan harga energi akibat konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga, yang dapat menekan logam mulia tanpa imbal hasil tersebut.

The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini, tetapi para pembuat kebijakan memperkirakan kenaikan suku bunga masih terjadi pada tahun ini di tengah kekhawatiran bahwa inflasi AS tetap berada di atas target bank sentral sebesar 2 persen.

Sementara itu, dolar AS berada di jalur menuju kenaikan bulanan terbesar dalam hampir satu tahun. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Pelaku pasar kini menantikan data ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan laporan nonfarm payrolls AS pada Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

“Emas dapat kembali bergerak menuju level terendah baru jika data ketenagakerjaan masih menunjukkan kondisi yang kuat. Hal itu akan mendukung pandangan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama,” ujar Grant.

Para trader kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 63 persen.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 1,6 persen menjadi USD58,19 per ons, sementara platinum melemah 2,1 persen menjadi USD1.580,45 per ons. Sebaliknya, paladium naik 1,1 persen menjadi USD1.222,24 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Cara Bio Farma Group Perkuat Transformasi Terintegrasi Holding BUMN Farmasi
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Syahravi Laporkan Balik Fariz RM Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tok! Tetangga RI Bersatu, Blokir "Cengkeraman" China di Wilayah Ini
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramalan Dukun Ghana Bikin Pendukung Argentina Ketar-ketir! Sebut Tanjung Verde Hentikan Messi dkk di Piala Dunia 2026
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Pemprov Sumsel lanjutkan kebijakan PPPK paruh waktu
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.