JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus penyekapan dan penyiksaan sadis terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Kabupaten Bandung menyita perhatian publik.
Korban diduga mengalami kekerasan sadis selama lebih dari dua tahun oleh kekasihnya sendiri yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Taufik Hidayat.
Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia menelusuri langsung lokasi indekos yang menjadi tempat terakhir penyekapan dan penyiksaan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Bersama penjaga indekos, Resa Rohendi, Dipo melihat langsung kondisi kamar yang menjadi saksi bisu penderitaan korban.
Untuk mengetahui kondisi korban yang kini tengah berjuang untuk pulih, Dipo bertemu dengan kakak ipar korban, Melanie Silviani.
Dari keterangan keluarga, terungkap adanya perubahan perilaku korban sejak menjalin hubungan dengan pelaku, yang diduga akibat dari tekanan dan kontrol kuat dari pelaku.
Dipo mendatangi Polda Jawa Barat untuk mencari tahu motif yang melatarbelakangi tindakan tak manusiawi pelaku.
Bersama Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, Dipo melihat langsung sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk menyiksa korban, mulai dari helm, senjata tajam, hingga barang-barang lain yang menjadi alat untuk melakukan rangkaian kekerasan.
Untuk memahami sisi psikologis di balik kasus, Dipo berbincang dengan Sekretaris Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor), Lucia Peppy Novianti.
Kasus ini bukan sekadar kekerasan dalam hubungan, tetapi menunjukkan pola kontrol, dominasi, dan perilaku ekstrem yang berkembang secara sistematis.
Dari manipulasi emosional hingga kekerasan fisik, pelaku diduga membagun kuasa penuh atas korban.
Saksikan program Dipo Investigasi episode Panah Asmara Berujung Petaka. Tayang Senin 29 Juni 2026, pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#kekerasandalamrumahtangga #perempuan #taufikhidayat
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- taufik hidayat
- kekerasan
- ytr
- dipo





