Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan konsol PlayStation atau PS di Harco Glodok, Jakarta Barat tergolong lesu dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, daya beli masyarakat saat ini cenderung menurun untuk pembelian secara langsung atau offline.
Salah satu penjaga toko PS di Glodok, Sandi mengaku penjualan PS di tempat ia bekerja tengah mengalami penurunan. Sejauh ini, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya minat pengunjung untuk membeli PS secara langsung di Glodok.
Untuk meningkatkan penjualannya, toko tersebut juga membuka lapak di marketplace online. Namun, tetap saja penjualan PS kurang laris. Dengan kehadiran jenis toko tersebut, Sandi menyebutkan bahwa penjualan PS setiap bulannya hanya terjual belasan buah.
"Lagi kurang aja sih peminatnya. Tapi kalau sebelum-sebelumnya laku-laku aja," ungkap Sandi saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (29/6/2026).
Dirinya bilang, para pengunjung mencari jenis PS yang berbeda-beda di tokonya. Dalam hal ini, Sandi menjual PS3 rekondisi seharga Rp 2,3 juta, PS4 seharga Rp 3,5 juta. Sedangkan, untuk PS5 dengan kondisi baru dibanderol seharga Rp 9,5 juta.
Di samping itu, Sandi juga menjual aksesoris PS seperti stick, kaset dan sebagainya yang bisa menunjang permainan tersebut.
Beralih ke toko lainnya, Marco mengaku penjualan konsol PS maupun sticknya masih kurang. Sebab, saat ini toko offline bersaing dengan toko online yang memberikan penawaran menggiurkan bagi calon pembeli. Padahal, jika membeli toko online ada potensi terjadi penipuan dari penjual barang.
"Saya berjualan di sini sudah tiga tahun, tapi penjualannya masih kurang. Kalau (penjualan) PS-nya di sini masih kurang," ucap Marco.
Melihat kondisi itu, Marco pun mengurangi stok-stok barang di tempatnya. Selain itu, dia juga melakukan penelitian pasar barang apa saja yang masih diminati oleh masyarakat agar penjualannya kembali membaik.
Di sisi lain, ia berharap, agar masyarakat banyak yang tertarik membeli konsol PS maupun barang elektronik ke Glodok. Selain bisa melihat langsung kondisi barangnya, para pengunjung juga bisa terhindar dari potensi penipuan.
"Karena kita bisa lihat langsung, minimal nggak akan ketipu lah, ketahuan tokonya ada di mana. Kalau online kan biasa nggak ada toko, terus pake nama disini (di Glodok) aja kan banyak. Itu masalahnya begitu (yang menipu)," tandas dia.
(dce/dce) Add as a preferred
source on Google




