Dalam obrolannya di momentum diskusi panel soal masa depan mobil diesel, Bagus menegaskan bahwa mobil diesel punya peminat tersendiri. Bahkan banyak yang menganggap mesin diesel adalah salah satu platform mesin yang cukuop diminati di pasar otomotif Indonesia.
Bagus pun mengambil contoh produk diesel dari brand yang Ia pimpin yaitu GWM. Mereka bahkan tak ragu memboyong produk anyar di pasar otomotif Indonesia seperti GWM Tank 500 terbaru.
"Produksi diesel dari GWM bukan reaksi terhadap pasar. Tapi, ini eksekusi dari strategi yang direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar di tiap negara. Di Indonesia sejak pertengahan 2025 sampai 2026, mobil bermesin diesel menunjukan permintaan yang positif," ujar Bagus Susanto. Baca Juga:
Ini Ceria Atau Mira? Ada Turbo Pula!
Ia melanjutkan bahwa mobil dengan teknologi mesin diesel diminati di Indonesia. Dari data komposisi penjualan Januari-Mei 2026, permintaan mobil diesel mendominasi 67% mesin diesel. Sementara untuk mobil listrik 21% dan hybrid 12%.
"Fakta yang lain pertumbuhan permintaan Year on Year (YOY) varian diesel tumbuh 1,2% dibanding mobil bensin -7,1%. Stabilnya pasar mobil mesin diesel karena banyaknya penggemar mesin diesel. Mesin diesel juga dikenal dengan ketangguhan, kuat, dan bahan bakar efisien."
Bagus juga tetap optimis, meski ada kenaikan harga bahan bakar untuk mesin diesel yaitu jenis Solar cukup signifikan, namun data GWM tetap yakin segmen diesel bakal tetap punya peminat. Hal ini juga diakui langsung oleh beberapa brand otomotif termasuk dari Auto2000 sebagai dealernya.
Mereka melihat banyak pemesan mobil diesel yang cenderung menunda pembelian. Tapi bukan membatalkan lantaran fluktuasi harga BBM itu sering terjadi. Apalagi memang isu geopolitik yang memang sedang tinggi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





