Studi: Penuaan Biologis pada Generasi Muda Makin Cepat, Risiko Kanker Meningkat

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Para peneliti di berbagai negara masih berupaya mencari jawaban mengapa angka kasus beberapa jenis kanker terus meningkat pada generasi yang lebih muda. Kini, studi terbaru dari sebuah inisiatif riset global yang terbit di jurnal Nature Medicine menunjukkan satu kemungkinan baru: penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat.

Penelitian yang dilakukan tim PROSPECT dalam program Cancer Grand Challenges Initiative menemukan bahwa generasi muda tampaknya mengalami penuaan biologis lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Kondisi ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko terkena beberapa jenis kanker pada usia lebih dini.

Riset tersebut juga menemukan hubungan antara usia biologis organ tertentu dengan jenis kanker spesifik. Sebagai contoh, sistem imun yang menunjukkan tanda-tanda penuaan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker paru usia dini. Sementara itu, penuaan jaringan lemak ditemukan berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal yang muncul lebih awal.

“Jika kita dapat mengidentifikasi orang muda dengan risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita bisa memfokuskan strategi pencegahan dan deteksi dini kepada kelompok yang paling berpotensi mendapatkan manfaat dari intervensi awal,” kata Yin Cao dari Washington University dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip IFLScience.

Apa Itu Usia Biologis?

Usia biologis pada dasarnya adalah ukuran untuk melihat seberapa besar keausan yang dialami tubuh dibandingkan dengan usia kronologis seseorang atau usia berdasarkan tahun sejak lahir.

Sebagai contoh, dua orang sama-sama berusia 50 tahun secara kronologis. Namun salah satu orang yang selama bertahun-tahun menjadi perokok aktif kemungkinan memiliki usia biologis lebih tua, terutama pada organ paru-parunya, dibanding orang lain yang tidak merokok.

Kendati demikian, menentukan satu angka pasti untuk usia biologis bukan perkara mudah karena tidak bisa dibaca dari kalender. Metodenya beragam, mulai dari melihat pola perubahan pada DNA, panjang telomer (struktur pelindung di ujung kromosom), kadar penanda kimia tertentu dalam darah dan cairan tubuh, hingga kombinasi dari berbagai indikator tersebut.

Salah satu metode yang digunakan dalam studi ini adalah PhenoAge, yang mencoba menghitung usia biologis berdasarkan sembilan penanda biokimia dalam darah, termasuk albumin yang diproduksi hati dan kreatinin yang diproses ginjal.

Selain PhenoAge, tim juga menggunakan metode Klemera and Doubal Method (KDM). Keduanya disebut sebagai metode paling andal dalam tinjauan ilmiah tahun 2025 karena disebut mampu memprediksi risiko kematian dan melacak usia kronologis dengan baik.

Analisis Data Lebih dari 150 Ribu Orang

Peneliti menerapkan metode tersebut pada data 154 ribu peserta UK Biobank, studi jangka panjang yang merekrut sekitar setengah juta orang berusia 40 hingga 69 tahun antara 2006 hingga 2010.

Dalam konteks diagnosis kanker, seseorang yang berusia di bawah 55 tahun umumnya masih dikategorikan sebagai kelompok usia muda. Data itu kemudian diperkaya dengan informasi dari sekitar 10 ribu peserta program riset All of Us milik National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, yang dimulai pada 2018.

Hasil, individu di Inggris yang lahir pada periode 1965 hingga 1974 memiliki usia biologis rata-rata 23 persen lebih tinggi dalam satu standar deviasi dibanding kelompok yang lahir pada 1950–1954, setelah memperhitungkan usia kronologis. Dalam statistik, standar deviasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh suatu kelompok berbeda dari rata-rata.

Secara sederhana, temuan ini menunjukkan bahwa kelompok yang lebih muda mengalami sedikit pergeseran menuju kondisi tubuh yang secara biologis tampak lebih tua dibanding generasi sebelumnya di usia yang sama.

Pola serupa juga ditemukan pada data dari Amerika Serikat. Bahkan, peningkatannya terlihat lebih besar. Peserta yang lahir antara 1990–1999 memiliki usia biologis 92 persen lebih tinggi dalam satu standar deviasi dibanding mereka yang lahir pada 1965–1969.

Namun peneliti mengingatkan bahwa tingkat keyakinan terhadap angka di AS lebih rendah karena jumlah responden yang dianalisis lebih sedikit.

Risiko Kanker Naik, Tapi Bukan Berarti Mayoritas Anak Muda Akan Terkena

Penelitian ini menemukan bahwa setiap peningkatan satu standar deviasi pada usia biologis berkaitan dengan kenaikan risiko sebesar 8 persen untuk kanker padat (solid cancer) usia dini. Kanker padat adalah kanker yang membentuk massa jaringan dan bukan berupa cairan atau kista.

Sebagai gambaran, sekitar 450 dari setiap 100 ribu warga Amerika didiagnosis kanker setiap tahun. Angka tersebut memang tidak sepenuhnya sebanding dengan hasil studi karena mencakup seluruh jenis kanker dan seluruh kelompok usia. Namun jika peningkatan risiko relatif sebesar 8 persen diterapkan, maka setara dengan tambahan sekitar 36 kasus per 100 ribu orang.

Kendati begitu, peneliti menekankan bahwa orang yang lebih tua tetap memiliki risiko kanker yang jauh lebih tinggi dibanding kelompok muda.

Dalam wawancara dengan BBC pada April lalu, Cancer Research UK menyebut sekitar 1 dari 1.000 orang usia 20 hingga 40 tahun mendapat diagnosis kanker setiap tahun. Sementara pada kelompok usia 50 hingga 70 tahun, angkanya mencapai sekitar 1 dari 100 orang.

“Studi ini menunjukkan bahwa orang yang secara biologis tampak lebih tua dibanding usia mereka mungkin memiliki sedikit peningkatan risiko mengalami beberapa jenis kanker lebih awal dalam hidup,” kata Jyoti Nangalia dari Wellcome Sanger Institute, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Menurut Nangalia, pengukuran usia biologis kemungkinan menangkap efek gabungan dari banyak faktor seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Karena itu, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memahami secara pasti apa yang sebenarnya tercermin dari pengukuran tersebut.

Sementara Direktur Cancer Grand Challenges David Scott menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengenai penyebab meningkatnya kanker usia dini di dunia.

“Studi seperti ini membantu kita menyusun gambaran yang lebih besar. Kanker mungkin tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan di dalam sel individu, tetapi juga perubahan yang terjadi di seluruh tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyaluran KUR di Sulsel Ditarget Rp17,03 Triliun, Perbankan Ungkap Tantangannya
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Wamenhaj Salurkan Bantuan bagi Jemaah Haji Aceh yang Terlilit Utang Imbas Banjir
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenperin Minta Pasokan Gas Industri Tidak Dipangkas, Puji Dasco
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Purbaya Sebut Hibah Tanah Lippo ke Program 3 Juta Rumah Sinergi Dunia Usaha & Pemerintah
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Dua Pencuri Kabel Tembaga PLN di Kutai Timur Ditangkap
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.