Berantas Online Scams, OJK Perkuat Kerjasama Regional dengan UNODC

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dengan meningkatnya pergerakan digitalisasi layanan keuangan di Indonesia, semakin besar pula risiko serta ancaman yang dihadapi dalam melakukan transaksi keuangan.

Untuk itulah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dengan bangga turut mengumumkan komitmennya untuk memperkuat kerjasama regional dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam memberantas penipuan daring atau online scams yang semakin kompleks, terorganisasi, dan lintas negara.

BACA JUGA:Kasus Kuota Haji Masih Lanjut, KPK Kembali Periksa Dito Ariotedjo, Bawa Apa?

Pasalnya menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, perkembangan yang ada saat ini juga menciptakan risiko berupa celah yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan keuangan.

"Penipuan digital kini semakin terhubung dengan aktivitas keuangan ilegal dan tindak pidana pencucian uang, sehingga pencegahannya membutuhkan respons yang cepat, terintegrasi, dan berbasis intelijen keuangan," ucap Dicky kepada media secara daring, pada Selasa (30/06).

Dalam hal ini, Dicky juga turut menambahkan bahwa modus penipuan digital saat ini semakin terhubung dengan aktivitas keuangan ilegal dan tindak pidana pencucian uang, serta memanfaatkan berbagai kanal dalam ekosistem keuangan digital.

BACA JUGA:AQUA Perkenalkan Cold Chain AQF-460MG, Chest Freezer Modern dengan Pendinginan Maksimal dan Hemat Energi

Menurutnya, berbagai modus seperti penawaran investasi palsu, impersonation, phishing, social engineering, account takeover, job scams, e-commerce fraud, serta penyalahgunaan rekening penampung atau money mule juga menyebar dengan sangat cepat dan melibatkan banyak platform.

"Dalam ekosistem keuangan digital, dana hasil kejahatan dapat berpindah dalam hitungan menit melalui berbagai platform, rekening penampung, aset virtual, dan transaksi lintas negara," jelas Dicky.

"Karena itu, setiap keterlambatan dalam mendeteksi transaksi mencurigakan akan semakin menyulitkan penelusuran aset, pemulihan dana korban, dan pembongkaran jaringan kriminal," tambahnya.

Skema yang Saling Terhubung

Di sisi lain, OJK juga turut menekankan bahwa scams, fraud, dan pencucian uang kini semakin saling terhubung. 

Dalam hal ini, penipuan digital menghasilkan dana hasil kejahatan, sementara pencucian uang memungkinkan dana tersebut disembunyikan, dipindahkan, dan diintegrasikan kembali ke dalam sistem keuangan formal.

BACA JUGA:95 Persen Klaim JHT Nikmati Tarif Pajak 0 Persen, Begini Aturannya

Nantinya, dana hasil kejahatan dapat dengan cepat bergerak melalui rekening bank, perusahaan cangkang, platform pembayaran, dompet digital, aset virtual, blockchain, kripto, dan transaksi lintas negara. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Kembali Memanas: AS Menyerang 10 Sasaran Militer Iran, Iran Balas Menyerang Pangkalan AS di Timur Tengah
• 33 menit laluerabaru.net
thumb
Perbankan Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Bertemu dengan Jajaran Danareksa, Bobby Nasution Pastikan Sumut Berkomitmen untuk Pengembangan Industri dan Ekonomi
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Jalani Sidang Vonis, Nadiem Makarim Berharap Hakim Beri Putusan Tak Bersalah
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terima Pemangkut Adat Tallo, Munafri Harap Warisan Kerajaan Tallo Jadi Destinasi Wisata Budaya Strategis di Makassar
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.