Kemenperin Catat Indeks Kepercayaan Industri Juni Sebesar 52,9

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Juni 2026 mencapai 52,90 atau menurun 0,66 poin dari IKI pada Mei 2026 sebesar 53,56.

Juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan nilai IKI Juni 2026 melambat dibandingkan Mei 2026. Meski demikian tetap dalam fase ekspansif.

“Nilai IKI pada bulan Juni 2026 adalah sebesar 52,90, masih ekspansi di atas 50 meski melambat 0,66 poin dibandingkan dengan bulan Mei 2026 yang sebesar 53,56,” kata Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (30/6).

Namun di sisi lain, nilai IKI Juni 2026 meningkat 1,06 poin jika dibandingkan nilai IKI bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 51,84.

Dari sisi variabel pembentuk IKI, dua variabel dalam kondisi ekspansif dan satu variabel kontraksi. Variabel pesanan baru mengalami perlambatan 0,12 poin menjadi 53,35, lalu variabel produksi juga masih ekspansi pada angka 54,28.

Kinerja moncer kedua variabel tersebut membuat variabel persediaan produk yang kontraksi pada angka 49,72.

Kemudian dari sisi kinerja subsektor industri, dari total 23 subsektor hanya ada subsektor yang mengalami kontraksi, yaitu industri kulit dan barang dari kulit dan alas kaki (KBLI 15).

Kemudian 22 subsektor lainnya tercatat berada di atas angka 50, dengan dua tertinggi adalah industri minuman (KBLI 11) dan industri pakaian jadi (KBLI 14).

“Subsektor yang mengalami ekspansi itu kalau kita lihat hitung share PDB-nya adalah sebesar 68,6 persen terhadap total PDB industri pengolahan non-migas Triwulan I 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut Febri menjelaskan IKI untuk industri yang berorientasi ekspor pada Juni 2026 mencapai 54,06 atau meningkat 0,33 poin dibandingkan Mei 2026 sebesar 53,73.

IKI untuk industri yang memasarkan produknya di pasar domestik juga mengalami ekspansi pada angka 51,15 meski mengalami perlambatan sebesar 2,3 poin dibandingkan 53,46 pada Mei 2026.

Pesimisme Industri Terhadap Kegiatan Usahanya Naik 1%

Febri juga membeberkan ada kenaikan persentase pesimisme pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha 6 bulan ke depan sebesar 1 persen menjadi 8,4 persen.

Pendorongnya adalah peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,75 persen. “Dampaknya itu terhadap persepsi pelaku usaha yang tertangkap oleh IKI yang tadi itu. Ekspektasi usaha untuk 6 bulan ke depan, di mana yang pesimisme itu naik 1 persen,” jelasnya.

Kemudian ada penurunan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usahanya 6 bulan ke depan menjadi 68,6 persen atau melambat 1,3 persen dibandingkan dengan persentase bulan sebelumnya.

Kemudian 23,1 persen pelaku usaha mengatakan kondisi usahanya stabil selama 6 bulan mendatang atau meningkat 0,4 persen dibandingkan dengan persentase bulan sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri: Pilot GovTech, Program Unggulan Presiden Diperluas ke 43 Kab/Kota
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Negara Rugi Rp15.000 Triliun Akibat Under-Invoicing Sawit
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengacara: Pria Misterius di Kasus Tewasnya ASN Bangkalan Wiraswasta dari Malang
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Injury Time Berdarah, Brasil Kirim Pulang Jepang
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
ESDM Uji Coba Tabung CNG Merah Putih 3 Kilogram pada Juli 2026
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.