Menkomdigi Ungkap Pelaku Judol Sering Spam Komentar di Medsos, Ini Tujuannya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan proses penyebaran konten bermuatan judi online (judol) melalui kolom komentar akun-akun di media sosial, pelaku memulai operasinya dengan memantau aktivitas di media sosial terlebih dahulu secara real-time.

"Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Komunikasi dan Digital, operasi spam tersebut dijalankan melalui sistem yang mampu memantau aktivitas media sosial secara real-time," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2026.

Baca Juga :
Bareskrim Ungkap Sindikat Judol Internasional Hayam Wuruk Ngaku Sebagai Perusahaan Teknologi
Komdigi Bongkar Modus Baru Promosi Judol, Lewat Komentar Media Sosial

Sistem milik pelaku akan memantau aktivitas di media sosial sampai mendeteksi terjadinya lonjakan interaksi pada suatu akun. Setelah lonjakan interaksi terdeteksi, pelaku mengirimkan komentar yang memuat promosi ke akun tersebut.

Menurut Meutya, pelaku dapat mengirimkan hingga ribuan komentar secara otomatis dengan menggunakan akun-akun yang dioperasikan oleh mesin maupun bot.

Ia menilai pola serangan yang semakin terorganisasi dan memanfaatkan teknologi menunjukkan bahwa penanganan spam komentar judol tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

Karena itu, lanjut Meutya, diperlukan kolaborasi lintas lembaga serta dukungan dari perusahaan platform digital untuk memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyebaran konten judol di ruang digital.

"Ini memerlukan kerja sama lintas lembaga dan tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta dalam hal ini platform untuk menangani persoalan tersebut," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Meutya mengatakan spam komentar yang berisi materi promosi judol paling banyak ditemukan pada akun-akun media sosial pemengaruh (influencer) daerah yang memiliki interaksi tinggi.

"Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi," katanya.

Ia memaparkan, sebanyak 52 persen komentar judol yang terdeteksi ditemukan pada akun pemengaruh daerah, 31 persen ditemukan di akun instansi pemerintah, 12 persen ditemukan di akun media massa, dan lima persen ditemukan di akun tokoh publik serta politisi. (Ant)

Baca Juga :
Dewan Etik Golkar Jatuhkan Sanksi ke 3 Kader, Penyebabnya Unggahan Mereka di Medsos
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka Kasus Judi Online Internasional Hayam Wuruk, Didominasi WNA Vietnam
Sempat Hilang, Eks Kiper Timnas Indonesia U-23 Nuri Agus Akhirnya Ditemukan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK OTT di Kuansing Terkait Suap Jual Beli Jabatan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Gerebek Kafe Diduga Sarang Narkoba, BNNK Deli Serdang Diserang: 2 Mobil Rusak
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Gajah Indro Mati di Taman Nasional Tesso Nilo
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Dompet Dhuafa Gulirkan BesTeam, Ajak Masyarakat Dampingi Anak Yatim agar Berdaya
• 10 jam lalukompas.com
thumb
BEI Buka Suara BUMD DKI PAM Jaya dan Bank Jakarta Mau IPO
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.