JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat perwira tinggi Polri mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang 3.
Pertama adalah Komjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga yang saat ini merupakan perwira tinggi di Bareskrim Polri sejak 7 Mei 2026.
Namanya pernah menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada 2024. Setelah itu, ia diangkat menjadi Kepala Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri.
Baca juga: Polri Naikkan Pangkat 87 Pati, Empat Perwira Jadi Jenderal Bintang Tiga
Nama kedua yang pecah bintang adalah Komjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Gatot Tri pernah menjabat sebagai Irwil V Itwasum Polri pada 23 Desember 2022 – 29 Desember 2024. Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Kapolda Sumatera Barat sejak 29 Desember 2024 hingga 7 Mei 2026.
Ketiga adalah Komjen Pol Helmy Santika, yang pernah menjabat sebagai Kapolda Gorontalo (21 Juni 2022 – 27 Maret 2023) dan Kapolda Lampung (27 Maret 2023 – 24 September 2025).
Sejak 24 September 2025, Helmy kini merupakan perwira tinggi Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri.
Baca juga: 80 Tahun Polri: Rapor Membaik, Kritik, dan Reformasi yang Belum Usai
Terakhir yang kini naik pangkat Komjen adalah Rudi Setiawan, yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat (Jabar).
Sebelum menjadi Kapolda Jabar, Rudi merupakan Deputi Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 6 November 2023 sampai 13 April 2025.
Amanah dan Tanggung Jawab yang Lebih BesarKenaikan pangkat tersebut merupakan upaya memperkuat organisasi sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para personel.
"Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Trunoyudo mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, dan capaian kinerja para perwira tinggi selama menjalankan tugas.
Baca juga: Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu dari Jaringan Thailand
Kenaikan pangkat juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya memperkuat organisasi agar mampu menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Ia menilai, dinamika situasi keamanan saat ini menuntut kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Oleh karena itu, para perwira tinggi yang memperoleh pangkat baru diharapkan mampu mengemban tanggung jawab yang lebih besar serta menjadi motor penggerak transformasi Polri yang Presisi.
"Momentum kenaikan pangkat ini diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi dan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Trunoyudo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




