JAKARTA, KOMPAS.com - "Pak, ada ular ya? Kebakaran di mana?" Pertanyaan itu berulang kali diterima Kepala Regu Damkar Sektor Kebon Jeruk Angga Riyadi saat memasuki lingkungan SMKN 45 Jakarta di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026).
Pagi itu, Angga datang bersama tiga personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat dengan seragam lengkap.
Namun, mereka tidak membawa selang pemadam, alat evakuasi, ataupun perlengkapan penyelamatan lain yang biasa digunakan saat bertugas.
Mereka datang untuk satu tujuan yang tidak biasa: mengambil rapor seorang siswi bernama Thalita Azzahra (17).
Alih-alih berlari menuju lokasi kebakaran atau mengevakuasi hewan liar, para petugas Damkar itu justru mengambil nomor antrean dan duduk bersama para wali murid lainnya di dalam ruang kelas.
Bagi Angga, pengalaman tersebut menjadi salah satu tugas paling unik selama lebih dari 15 tahun bertugas sebagai pemadam kebakaran.
"Respons pertama kali kita datang ke SMK itu ya pasti sempat pada kaget. Pada bertanya, 'Pak ada apa Pak, ada ular ya Pak? Kebakaran di mana?', terus saya jawab 'Oh tidak, kita hanya mau membantu siswa ambil rapor,'" ujar Angga saat ditemui Kompas.com di Markas Damkar Sektor Kebon Jeruk, Senin (29/6/2026).
Baca juga: “Mau Minta Tolong Siapa Lagi?” Saat Siswi SMK Kebon Jeruk Minta Damkar Ambil Rapor
Berawal dari Pesan Seorang SiswiCerita itu bermula usai apel pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Angga menerima informasi dari Command Center Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengenai permintaan bantuan yang tidak biasa. Seorang siswi meminta Damkar mewakili orangtuanya untuk mengambil rapor sekolah.
"Siswi itu melaporkan meminta bantuan Damkar untuk pengambilan rapor," kata Angga.
Permintaan tersebut dikirimkan langsung oleh Thalita melalui akun Instagram Damkar. Ia mengaku kebingungan karena kedua orangtuanya tidak bisa hadir ke sekolah.
Menurut Angga, orangtua Thalita sedang sakit. Meski demikian, mereka tetap harus bekerja di sebuah pabrik di kawasan Tangerang dan tidak bisa kembali mengajukan izin.
Namun, Damkar tidak langsung berangkat begitu menerima laporan.
Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi dengan menghubungi orangtua Thalita untuk memastikan alasan ketidakhadiran mereka.
"Kami juga meminta nomor telepon orangtuanya. Yang kita takutkan ada permasalahan gitu. Ternyata, memang dari orangtuanya ada halangan. Orangtuanya itu sedang sakit sehingga tidak bisa mengambil ke sekolahan," jelas Angga.





