Wamendikdasmen Beberkan Arah Kebijakan Tes Kemampuan Akademik

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam sistem evaluasi nasional bukan dirancang untuk menggantikan peran guru. Kebijakan tersebut murni disiapkan sebagai instrumen transisi pemerintah untuk memetakan kualitas mutu pendidikan secara objektif.

“TKA itu merupakan kebijakan transisi untuk moderasi. Kewenangan kelulusan menurut UU Sisdiknas tetap pada para guru di sekolah. TKA menjadi alat untuk intervensi kebijakan, terutama untuk sekolah-sekolah di daerah yang tertinggal,” tegas Atip Latipulhayat dalam Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Aula Maftuchah Yusuf, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
 

Baca Juga :

Presiden Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Bhayangkara di Cikeas

Atip memaparkan, data riil hasil TKA nantinya akan dijadikan landasan utama bagi kementerian dalam merumuskan program bantuan dan intervensi yang lebih tepat sasaran. Hal ini krusial untuk memangkas kesenjangan kualitas pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kehadiran Wamendikdasmen dalam seminar bertajuk “Reaktualisasi Pedagogi dalam Era Disrupsi: Mengembalikan Ruh Pendidikan yang Terabaikan” ini dinilai krusial. Ketua Panitia Seminar, Canter Sangaji, menyebut momen ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan baru kabinet Presiden Prabowo Subianto dengan pemikiran para pakar.

“Kehadiran beliau menunjukkan pentingnya ruang dialog di ruang akademik dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan nasional pemerintahan Presiden Prabowo yang berpijak pada nilai-nilai pedagogi dan kebutuhan masa depan Indonesia,” kata Canter.

Menanggapi tantangan era kecerdasan buatan (artificial intelligence), pakar pendidikan UNJ Prof. Nurhattati Fuad mengingatkan pentingnya menjaga batas kemanusiaan di ruang kelas. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi, empati dan keadilan tidak boleh tergeser dari kurikulum modern.

“Pedagogi mesti membantu guru dan pengambil kebijakan untuk mengantisipasi kondisi masa depan dan mempersiapkan murid agar mampu hidup di zamannya. Keterhubungan, jejaring, kemampuan mengintegrasikan kecerdasan buatan, disertai sentuhan yang memuliakan manusia menjadi orientasi pedagogi saat ini,” jelas Nurhattati.


Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat (tengah). Foto: Dok. Istimewa.

Pengamat pendidikan Doni Koesoema selaku moderator menekankan bahwa muara akhir dari seluruh transformasi pedagogi ini harus berdampak langsung pada pembenahan moralitas bangsa.

“Orientasi pedagogis perlu memiliki dampak transformatif, memperjuangkan keadilan, serta membangun budaya antikorupsi. Mempersiapkan warga negara yang memiliki integritas, kejujuran, dan kepedulian terhadap bangsa menjadi sangat mendesak di tengah maraknya pejabat yang tertangkap korupsi,” kata Doni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Gempa Venezuela hingga Aksi Heroik Petugas Selamatkan Anak 9 Tahun
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Registrasi SIM Card Selfie Berlaku buat Nomor HP Baru, Pengguna Lama Belum Wajib
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dolar AS Berbalik Melemah usai Kenaikan 2 Minggu Beruntun
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MK: Syarat Minimal Usia Calon Kepala Desa Tetap 25 Tahun
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Lee Dong Wook dan Kim Hye Joon Bocorkan Aksi Lebih Intens di Serial A Shop for Killers 2
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.