Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan, Pemkab Tangerang Minta Bantuan Helikopter BNPB

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang meminta bantuan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

Permintaan tersebut diajukan karena hingga Selasa (30/6/2026) malam, api masih belum berhasil dipadamkan.

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid mengatakan, upaya pemadaman dari darat mengalami kendala karena sejumlah titik api berada di area yang sulit dijangkau kendaraan.

"Rencananya besok akan dilakukan upaya melalui udara menggunakan helikopter untuk penyiraman dari atas karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki kendaraan, baik ekskavator, truk sampah, maupun mobil pemadam kebakaran," ujar Maesyal saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa malam.

Menurut Maesyal, kebakaran bermula dari api berukuran kecil yang muncul di area TPA pada siang hari.

Baca juga: TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar, Belasan Warga Mengungsi ke Kantor Desa

Namun, kondisi musim kemarau dan embusan angin kencang membuat api cepat menjalar ke tumpukan sampah lainnya.

"Api tersebut awalnya kecil karena memang sudah masuk musim kemarau. Dalam perjalanannya angin besar sekali sehingga membuat api menyebar ke tempat-tempat lainnya," jelas dia.

Hingga Selasa malam, petugas masih berupaya membuka akses menuju titik kebakaran dengan mengerahkan alat berat, seperti ekskavator.

Langkah itu dilakukan agar mobil pemadam kebakaran dapat mendekati sumber api dan mempercepat proses pemadaman.

Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Diduga akibat Cuaca Panas

Selain mengupayakan bantuan pemadaman melalui udara, Pemkab Tangerang juga menambah pasokan air dengan meminta dukungan dari Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR).

Pasokan air tersebut digunakan untuk mengisi mobil-mobil pemadam kebakaran yang beroperasi di lokasi.

Di sisi lain, asap pekat akibat kebakaran telah mencapai kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga terdampak dievakuasi ke beberapa lokasi, seperti kantor desa dan masjid.

Pemerintah daerah juga menyiagakan petugas kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.

Baca juga: 9 Jam Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Api Meluas hingga 2 Hektare

Sebelumnya, kebakaran melanda TPA Jatiwaringin pada Selasa siang. Berdasarkan video yang dibagikan Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, terlihat api berkobar disertai asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Ruslan mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Saat ini ada sembilan mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi. Kami masih berupaya memadamkan api, karena status masih merah," kata Ruslan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa.

Ruslan menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB untuk menangani kebakaran tersebut karena petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Titik api berada di atas tumpukan sampah dan kami juga mengalami kendala keterbatasan pasokan air," ujarnya.

Hingga kini, luas area yang terbakar masih belum dapat dipastikan karena petugas masih fokus melakukan upaya pemadaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Anak Pengemudi Bluebird hingga Jadi ASN, Cerita Annisya Bikin Haru
• 22 jam laludisway.id
thumb
95,45% Klaim JHT Bebas Pajak, Berlaku untuk Saldo Rp 50 Juta
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Arab Saudi Cabut Penangguhan Ekspor Udang RI yang Sempat Terdeteksi Cesium-137
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak Usaha di Jalan Nias, Direlokasi ke Jalan Menur
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Nadiem Mengaku Tak Punya Uang Bayar Uang Pengganti Rp 809,5 Miliar
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.