Intip Usaha Batik Modern Binaan BRI yang Jadi Pilihan Ibu-ibu Wamen

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Dirintis pada 2024, usaha batik modern ini sudah jadi pilihan pejabat. Yang membeli ibu-ibu wakil menteri. Tak ada yang tahu usaha ini dibangun karena keresahan pelaku usaha konveksi dengan thrifting yang menjamur.

Goodthings namanya. Usaha fashion kemeja batik, outer batik, hingga cardigan batik dirintis oleh 3 orang yakni Angela selaku co-founder dan kakak serta iparnya. Usaha ini tak ujug-ujug langsung tenar dan dilirik para pejabat.

Punya target bisa ekspor, Angela dkk rutin mengikuti pelatihan hingga kurasi. Rupanya, untuk bisa mewujudkan cita-cita itu, banyak hal yang harus dipelajarinya meski berbekal punya pengalaman di konveksi sebelumnya.

"Tadinya tuh kita kayak yang punya brand, tapi kayak anak hilang yang enggak tahu mau ke mana nih jualannya, taunya cuma mau di apa, e-commerce, tapi kok ternyata tidak segacor itu, gitu," ujar Angela saat berbincang dengan detikcom.

Angela mulai mendekat ke acara-acara Kementerian Perdagangan. Saat itu, Angela mengikuti kurasi dengan keyakinan brand yang dibangunnya sudah sangat bagus.

"Brand yang menurut saya dan menurut keluarga saya udah sangat bagus ini ternyata dianggap biasa. Ketika kurasi itu, apalagi ada yang ngomong gini, 'Mbak mau jualan ekspor ke luar negeri, kalau brandnya kayak gini mah biasa banget, semua negara bisa bikin brand kayak gini'" katanya.

Angela tidak jatuh saat mendengar masukan tersebut. Dirinya bahkan merasa tertantang untuk menciptakan produk yang bisa bersaing di pasar. Dia lalu mendapatkan saran agar menyasar wastra nusantara, entah tenun ataupun batuk. Goodthings akhirnya membuat batik dipadukan dengan salur. Mencoba jual lagi, ternyata responsnya sangat bagus. Semakin percaya diri, Goodthings mengikuti kurasi lagi dan kembali mendapat banyak masukan.

"Membuat kami terpacu bahwa, oke, karena ini pakai batiknya printing, berarti kita bisa jualin harga yang 200 ribuan nih, karena kami berpikir di Indonesia bahkan di setiap kantor itu sudah mengharuskan kadang-kadang seminggu sampai 2 kali ya pakai batik. Kan nggak semua orang pekerja yang gajinya gede," sebut dia.

"Itu kita teruskan. Itu kita jadikan sebagai kekuatan kita nih. Gue jual wastra, campur modern, kualitasnya bagus tapi harga affordable. Nah, ternyata kita makin lama makin dikenal nih, gitu," sebut dia.

Pengembangan produk terus dilakukan. Goodthing kemudian mengeluarkan outer batik yang dijual Rp 400 hingga Rp 500 ribu. Ternyata, antusias pelanggan ada di produk tersebut.

"Kita bisa jual itu under Rp 500 ribu, mungkin Rp 400-450 ribu dan ternyata antusiasnya pelanggan malah suka ke situ. Oh jadi setiap kita apa namanya kalau bahasa kita kalau kita pameran, gacor lah gitu ceritanya," jelas Angela.

Angela lantas mulai memperkuat branding di Instagram. Angela mengelola media sosial tersebut, berupaya membuat jenama ini terlebih dengan cara storytelling.

Produk Dibeli Wamen

Beberapa waktu lalu, Goodthings mengikuti Imlek Festival di Lapangan Banteng. Di sini produk Goodthings menarik perhatian pejabat. Outer menjadi pilihan seorang wakil menteri, kata Angela.

"Jadi ketika kita ikut Imlek Festival kemarin di Lapangan Banteng, kita jadi yang pertama kali datang tuh sebenarnya Ibu Irene Umar Wamen Ekraf ya. Nah, beliau datang, beliau beli nih outer tersebut tapi di warna yang pink waktu itu," ujar dia.

Angela menyebut Irene tertarik dengan produknya. Dia pun menceritakan latar belakang usahanya kepada Irene. Besok hari, Irene disebut datang bersama Wamen PPA Veronica Tan yang pada akhirnya ikut membeli dagangannya. Hari selanjutnya, ada Wamenpar Ni Luh Puspa yang membeli batik Goodthings.

"Besokannya Bu Irene datang lagi nih, lewat lah, maksudnya mereka mau ngecek, tapi Bu Irene bawa saat itu Bu Veronica Tan. Mampir lah mereka dan Ibu Vero beli juga nih, 2 kalau nggak salah.

"Nah, lalu besokannya kan mereka memang setiap hari harus lewat, maksudnya memantau. Besoknya lewat lagi bareng sama Ibu Ni Luh Puspa, Ibu Ni Luh juga beli," imbuh dia.

Goodthings memajang foto Ni Luh Puspa memakai outer itu di Instagram mereka, tentu dengan meminta izin terlebih dahulu. Unggahan ini ikut membantu penjualan produk. Angle menceritakan, banyak direct message atau DM Instagram yang menanyakan pakaian yang dikenakan Ni Luh Puspa.

"Dari situ banyak nih yang DM, saya mau bajunya kayak Bu Ni Luh Puspa. Atau kalau misalnya saya pameran, terus ada ibu-ibu pejabat apalagi ya yang datang, 'Ini bajunya harganya berapa?' Kalau mereka udah mau mulai 'Ih, mahal ya gitu', 'Ih, Ibu Ni Luh Puspa Wamenpar pakai loh, ini buktinya'. Ini tuh works banget gitu dan akhirnya, 'Oh ya udah saya ambil warna ini', gitu dan akhirnya produk tersebut itulah yang sekarang tuh lagi jadi andalannya kita gitu," katanya.

Binaan BRI

Angela menuturkan, dirinya pertama kali daftar Instagram Growpreneur by BRI. Usahanya saya menjadi top 10 Asah Usaha Inkubasi Fashion. Dari sinilah, kata Angela, dirinya menimba ilmu dan memakainya untuk pengembangan usaha.

"Jadi kalau kita masuk by BRI itu jadi kita ngerasa bangga banget bahwa masuk nih kepilih dari 10 yang saingannya lumayan banyak kan. Jadi mereka tuh bikin acaranya gak mau banyak-banyak. Jadi mereka kurasi ketat dan pilihannya cuma 10 supaya belajarnya juga fokus. Nah, sebenarnya dari pelatihan itulah yang kita gunakan yang kita terapkan dan akhirnya ya Goodthings di sini sampai kayak sekarang gitu," sebut dia.

Pada September 2025, Goodthings kemudian masuk ke Rumah BUMN BRI di Slipi. "Mereka ngajarin kita branding-annya, bahkan ngajarin cara mengelola keuangannya, bagaimana cash flow kan. Terus apa namanya banyak hal ya, kayak SDM-nya harus bagaimana gitu-gitu sih, pajak dan segala macem. Nah, itu yang akhirnya kita pakai, kita gunakan. Nah, terus akhirnya kita jadi masuk nih ke Rumah BUMN yang di Slipi. Sebenarnya dari situ," imbuhnya.

Menjadi binaan Rumah BUMN BRI sedari 2025, Angela beberapa kali mengikuti pelatihan dan mendapatkan kesempatan pameran. Hal ini juga yang membantu produknya lebih dikenal luas oleh publik.

"Kalau dari Rumah BUMN itu 2 kali mengundang kami di pameran dan itu kami mendapatkan new exposure banyak yang akhirnya orang-orang yang beli di sana yang baru tahu Goodthings di acara itu dan akhirnya nanti repeat order, entah dari DM, entah yang akhirnya datang ke pameran kita gitu, jadi terjalin gitu loh," beber Angela.

Omzet usaha Angela mencapai puluhan juta per bulan. Namun, ketika mengikuti pameran, omzetnya otomatis naik juga.

"Sebulannya sih nggak gede banget ya, karena kita kalau dari Goodthings ya, masih belum konveksi ya. Jadi kalau Goodthings itu paling masih under 50 gitu, cuma menurut saya ini sudah bisa meng-cover, karena kalau misalnya keseluruhan kan ada produk yang lain tuh," ujar Angela.

"Jadi kalo dari rumah BUMN kami diajak untuk pameran yang mempengaruhi, sangat memengaruhi omzet kita," imbuh dia.

Growpreneur merupakan salah satu komitmen BRI untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas UMKM. Ini adalah program komunitas eksklusif dari BRI untuk UMKM anggotanya naik kelas. Program yang dihadirkan yakni edukasi dan monitoring, akses pasar maupun pameran dan wadah networking untuk UMKM memperluas bisnis mereka.

Sementara itu, Rumah BUMN BRI Jakarta adalah pusat pembinaan fisik untuk UMKM anggotanya berkembang dan naik kelas lewat pelatihan, akses permodalan dan pasar. Koordinator Rumah BUMN Jakarta, kepada detikcom, menegaskan komitmen pihaknya untuk membantu UMKM memperluas pasar.

"Di Rumah BUMN, para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Jajang.




(gbr/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasi Rokok Ilegal di Kota Batu Sisir Toko Kelontong
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Penilaian JPU Terhadap Putusan Vonis Nadiem Makarim: Begitu Kuat Analisanya
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinergi Komdigi, Kemensos, dan UB, AI Talent Factory Lahirkan Inovasi AI untuk Sekolah Rakyat
• 13 jam laluberitajatim.com
thumb
Indeks MSCI China Anjlok 15%, Kinerja Sahamnya Terburuk Sejak 2001
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Asosiasi e-commerce tunggu aturan teknis pungutan pajak lokapasar
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.