VIVA – Timnas Jerman dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Paraguay melalui adu penalti 3-4 pada babak 32 besar di Stadion Boston, Amerika Serikat, Selasa 30 Juni 2026 WIB.
Seusai pertandingan, pelatih Julian Nagelsmann secara terbuka mengungkap sejumlah faktor yang menurutnya menjadi penyebab Der Panzer gagal melaju ke babak 16 besar.
Nagelsmann menilai permainan Jerman terlalu mudah ditebak dan kurang tajam dalam membongkar pertahanan Paraguay. Menurutnya, timnya membutuhkan waktu terlalu lama untuk menciptakan peluang berbahaya sehingga gagal memanfaatkan dominasi permainan menjadi kemenangan.
- REUTERS/Brian Snyder
"Kami memerlukan waktu terlalu lama untuk mulai membongkar pertahanan lawan di lapangan. Kami seharusnya lebih sering mengalirkan bola ke dalam kotak penalti, dan kami seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih awal. Permainan kami hari ini terlalu lambat," ujar Nagelsmann kepada ZDF, dikutip Rabu.
Selain menyoroti tumpulnya lini serang, Nagelsmann juga mengkritik performa lini belakang Jerman. Ia menilai Paraguay mampu menciptakan ancaman hanya melalui pola serangan sederhana yang seharusnya dapat diantisipasi dengan lebih baik.
"Sayangnya, dalam sepak bola, beberapa tim mampu menang menggunakan taktik yang cukup sederhana, dan Anda perlu mampu bertahan dengan baik melawan taktik seperti itu," kata Nagelsmann.
Di sisi lain, kapten Jerman Joshua Kimmich justru menegaskan bahwa kegagalan tim bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Nagelsmann. Ia menyebut seluruh pemain bertanggung jawab atas hasil yang diraih di lapangan.
"Saya berharap ia terus percaya pada dirinya sendiri dan kemampuannya, karena tidak ada seorang pun di ruang ganti yang menyalahkan dirinya. Pada akhirnya, kamilah yang berada di atas lapangan, dan kami harus selalu menargetkan kemenangan atas Paraguay," ujar Kimmich.
Kekalahan dari Paraguay memperpanjang tren negatif Jerman di ajang Piala Dunia. Setelah tersingkir pada fase grup edisi 2018 dan 2022, Der Panzer kali ini memang berhasil mencapai fase gugur, tetapi kembali gagal melangkah lebih jauh usai terhenti di babak 32 besar.





