Gaza (ANTARA) - Delegasi gerakan Palestina Hamas tiba di Kairo untuk melanjutkan negosiasi mengenai pelaksanaan rencana Presiden AS Donald Trump guna menyelesaikan situasi di Jalur Gaza, kata penasihat kantor politik Hamas Taher Al-Nunu pada Selasa.
"Delegasi Hamas, yang dipimpin oleh Zaher Jabarin—anggota biro politik gerakan tersebut di Tepi Barat—tiba pagi ini di ibu kota Mesir, Kairo, tempat pertemuan dengan para pejabat dan mediator Mesir telah dijadwalkan," ujar Al-Nunu.
Kunjungan ini bertujuan membahas penghentian eskalasi di kawasan tersebut, serta komitmen Israel untuk mengizinkan masuknya semua barang yang diperlukan—termasuk material untuk pemulihan rumah sakit, tempat pembuatan roti, dan fasilitas infrastruktur—ke Gaza, tambahnya.
Pada saat yang sama, pihak-pihak terkait akan membahas peta jalan yang mengatur transisi ke tahap kedua rencana Gaza usulan Trump.
Tahap kedua rencana tersebut adalah mencakup pembentukan pemerintahan internasional, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, kata pejabat tersebut.
Sementara pada November lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 untuk melaksanakan rencana perdamaian Gaza yang disepakati oleh Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff mengumumkan peluncuran tahap kedua rencana perdamaian Gaza pada pertengahan Januari. Tahap ini menetapkan penarikan Israel dari wilayah Gaza yang lebih luas, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru yang mencakup Dewan Perdamaian.
Meskipun telah diumumkan adanya transisi ke tahap kedua rencana perdamaian Trump untuk Jalur Gaza, serangan dan gempuran Israel terus berlanjut, sementara Hamas menolak untuk melucuti senjata.
Sebelumnya pada Juni, wakil kepala kantor politik Hamas, Mousa Abu Marzouk menyatakan pihaknya siap menyerahkan senjatanya hanya kepada otoritas Palestina.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Hamas terus berkonsultasi dengan Rusia terkait penyelesaian Palestina
Baca juga: Hamas sebut hanya akan serahkan senjata kepada otoritas Palestina
Baca juga: Hamas mulai pembicaraan dengan faksi-faksi Palestina soal gencatan senjata
"Delegasi Hamas, yang dipimpin oleh Zaher Jabarin—anggota biro politik gerakan tersebut di Tepi Barat—tiba pagi ini di ibu kota Mesir, Kairo, tempat pertemuan dengan para pejabat dan mediator Mesir telah dijadwalkan," ujar Al-Nunu.
Kunjungan ini bertujuan membahas penghentian eskalasi di kawasan tersebut, serta komitmen Israel untuk mengizinkan masuknya semua barang yang diperlukan—termasuk material untuk pemulihan rumah sakit, tempat pembuatan roti, dan fasilitas infrastruktur—ke Gaza, tambahnya.
Pada saat yang sama, pihak-pihak terkait akan membahas peta jalan yang mengatur transisi ke tahap kedua rencana Gaza usulan Trump.
Tahap kedua rencana tersebut adalah mencakup pembentukan pemerintahan internasional, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, kata pejabat tersebut.
Sementara pada November lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 untuk melaksanakan rencana perdamaian Gaza yang disepakati oleh Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff mengumumkan peluncuran tahap kedua rencana perdamaian Gaza pada pertengahan Januari. Tahap ini menetapkan penarikan Israel dari wilayah Gaza yang lebih luas, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru yang mencakup Dewan Perdamaian.
Meskipun telah diumumkan adanya transisi ke tahap kedua rencana perdamaian Trump untuk Jalur Gaza, serangan dan gempuran Israel terus berlanjut, sementara Hamas menolak untuk melucuti senjata.
Sebelumnya pada Juni, wakil kepala kantor politik Hamas, Mousa Abu Marzouk menyatakan pihaknya siap menyerahkan senjatanya hanya kepada otoritas Palestina.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Hamas terus berkonsultasi dengan Rusia terkait penyelesaian Palestina
Baca juga: Hamas sebut hanya akan serahkan senjata kepada otoritas Palestina
Baca juga: Hamas mulai pembicaraan dengan faksi-faksi Palestina soal gencatan senjata





