Hasan Fawzi Soroti IHSG Terus Memerah: Kalau Merah Terus, Berarti Ada yang Salah

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berlangsung terus-menerus menjadi sinyal adanya persoalan yang harus segera dibenahi di pasar modal Indonesia.

Hasan menegaskan kondisi IHSG yang terus berada di zona merah tidak bisa dianggap sebagai situasi yang normal, terlebih ketika sejumlah bursa saham di kawasan regional mulai menunjukkan pemulihan.

Baca Juga :
IHSG Ambruk 3,05 Persen Saat Penutupan Sesi II, Terperosok ke Level 5.643 dan Sentuh Titik Terendah Hari Ini
OJK Tegaskan Influencer Keuangan Harus Ikut Pelatihan hingga Deklarasi Kalau Buat Konten Endorse

"Kalau merah terus-terusan there must be something wrong dan itu yang harus kita jawab," kata Hasan Fawzi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik. Pada penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG berada di level 5.643,19, turun 177,60 poin atau 3,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

OJK Janji Benahi Pasar Modal

Hasan mengatakan kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh regulator dan pemangku kepentingan di industri pasar modal.

Menurutnya, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya akan melakukan pembenahan secara menyeluruh agar kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dapat kembali meningkat.

"Kami tentu bersama Pak Jeffrey, SRO lain dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mendorong perbaikan-perbaikan secara terukur dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menilai industri pasar modal saat ini memasuki era baru, ketika kepercayaan menjadi faktor paling penting dalam menarik minat investor.

Karena itu, pembenahan tata kelola dan penguatan ekosistem pasar modal dinilai menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Pasar Modal Harus Jadi Mesin Pembiayaan Nasional

Hasan menjelaskan Indonesia saat ini membutuhkan pembiayaan dalam jumlah besar untuk mendukung berbagai agenda pembangunan nasional.

Dalam kondisi tersebut, pasar modal harus mampu menjalankan peran strategis sebagai sumber pembentukan modal jangka panjang.

"Nah di sinilah pasar modal kami yakini harus kita kembalikan kepada peran sentralnya yang semakin strategis yaitu menjadi mesin penggerak utama pembentukan modal jangka panjang, dan menjadi pusat investasi untuk dapat mendukung pembiayaan pembangunan nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Baca Juga :
Saham Big Cap Loyo, IHSG Dibuka Melemah 0,33 Persen Pagi Ini
IHSG Terjun Tajam ke Level 5.820 pada Penutupan Perdagangan, Hanya Satu Sektor Bertahan di Zona Hijau
IHSG Anjlok 0,97 Persen di Penutupan Sesi I, Saham BBHI, ESSA dan PGAS Jadi Pemberat Utama

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Isu Tarif Ojol Naik usai Potongan Komisi Aplikator jadi 8 Persen per 1 Juli, Menhub: Kalau Naik, Bisa Jadi Bumerang
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
New Pasar Maling, Mencari Pembeli yang Hilang
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Kecewanya Kai Havertz Usai Jerman Disingkirkan Paraguay di Piala Dunia 2026
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
MA Batalkan Perintah Trump Batasi Hak Kewarganegaraan Berdasar Tempat Lahir
• 50 menit laludetik.com
thumb
Hakim Minta Kejagung Pakai TPPU Usut Nadiem Terkait Rp 4,8 Triliun
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.